BI Siaga Menjaga Stabilitas Rupiah Sepanjang Libur Lebaran 2026
Kamis, 19 Maret 2026 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Destry menggarisbawahi bahwa dinamika di pasar internasional dapat memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi nasional saat aktivitas perdagangan di dalam negeri kembali dibuka nantinya.
Menurut Destry, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Guna menghadapi kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah, BI berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Destry menegaskan, bahwa otoritas moneter siap melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan secara dinamis.
"Selanjutnya Deputi Gubernur Senior BI kembali menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat Ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yg diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," tambah keterangan tersebut.
Langkah sigap Bank Indonesia ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski dihadapkan pada ketidakpastian global yang tinggi selama periode hari raya.
Menurut Destry, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Guna menghadapi kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah, BI berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Destry menegaskan, bahwa otoritas moneter siap melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan secara dinamis.
"Selanjutnya Deputi Gubernur Senior BI kembali menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat Ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yg diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," tambah keterangan tersebut.
Langkah sigap Bank Indonesia ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski dihadapkan pada ketidakpastian global yang tinggi selama periode hari raya.
(akr)
Lihat Juga :