Blokade Selat Hormuz Guncang Dunia, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Bulan April
Selasa, 24 Maret 2026 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Gangguan terjadi seiring memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz. Jalur tersebut selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak global, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi stabilitas pasokan.
Sebagai langkah mitigasi, Aramco mengalihkan ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Perusahaan menegaskan jadwal pengiriman telah disesuaikan dengan kondisi terbaru, sembari tetap menjaga komunikasi dengan pelanggan untuk memastikan keberlanjutan pasokan.
Baca Juga: Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun
Data perusahaan analitik menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi turun signifikan pada Maret menjadi sekitar 4,355 juta barel per hari, dari sebelumnya 7,108 juta barel per hari pada Februari. Meski demikian, volume ekspor melalui Yanbu justru diproyeksikan meningkat untuk menutup gangguan distribusi.
Di sisi lain, aktivitas pengiriman sempat terganggu setelah insiden drone di kilang SAMREF di Yanbu pada pertengahan Maret. Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan tetap memuat jutaan barel minyak dari pelabuhan tersebut, menandakan tingginya ketergantungan Asia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Sebagai langkah mitigasi, Aramco mengalihkan ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Perusahaan menegaskan jadwal pengiriman telah disesuaikan dengan kondisi terbaru, sembari tetap menjaga komunikasi dengan pelanggan untuk memastikan keberlanjutan pasokan.
Baca Juga: Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun
Data perusahaan analitik menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi turun signifikan pada Maret menjadi sekitar 4,355 juta barel per hari, dari sebelumnya 7,108 juta barel per hari pada Februari. Meski demikian, volume ekspor melalui Yanbu justru diproyeksikan meningkat untuk menutup gangguan distribusi.
Di sisi lain, aktivitas pengiriman sempat terganggu setelah insiden drone di kilang SAMREF di Yanbu pada pertengahan Maret. Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan tetap memuat jutaan barel minyak dari pelabuhan tersebut, menandakan tingginya ketergantungan Asia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
(nng)
Lihat Juga :