Amman Mineral Bukukan Laba Bersih USD258 Juta di 2025
Kamis, 26 Maret 2026 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Arief mengatakan, meskipun kadar bijih lebih rendah selama masa transisi ini, perusahaan berhasil melampaui panduan kinerja satu tahun untuk produksi konsentrat dan emas. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD1.847 juta, dengan kinerja yang menguat di paruh kedua, seiring stabilnya operasi smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR). EBITDA tercatat mencapai USD1.057 juta dengan margin sebesar 57%, sementara laba bersih tercatat sebesar USD258 juta dengan margin 14%.
Memasuki tahun 2026, sambung dia, prioritas utama perusahaan adalah memastikan kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan. Di saat yang sama, proyek ekspansi utama, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas regasifikasi LNG, serta ekspansi pabrik konsentrator berjalan sesuai rencana dan dipastikan semakin memperkuat ketahanan operasional serta daya saing biaya.
Terlepas dari tantangan jangka pendek, kata Arief, fundamental jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas tetap sangat kuat. "Kami akan terus fokus pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami," tutup Arief.
Arief mengatakan, meskipun kadar bijih lebih rendah selama masa transisi ini, perusahaan berhasil melampaui panduan kinerja satu tahun untuk produksi konsentrat dan emas. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD1.847 juta, dengan kinerja yang menguat di paruh kedua, seiring stabilnya operasi smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR). EBITDA tercatat mencapai USD1.057 juta dengan margin sebesar 57%, sementara laba bersih tercatat sebesar USD258 juta dengan margin 14%.
Memasuki tahun 2026, sambung dia, prioritas utama perusahaan adalah memastikan kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan. Di saat yang sama, proyek ekspansi utama, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas regasifikasi LNG, serta ekspansi pabrik konsentrator berjalan sesuai rencana dan dipastikan semakin memperkuat ketahanan operasional serta daya saing biaya.
Terlepas dari tantangan jangka pendek, kata Arief, fundamental jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas tetap sangat kuat. "Kami akan terus fokus pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami," tutup Arief.
(nng)
Lihat Juga :