Pemerintah Diminta Putus Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia
Jum'at, 27 Maret 2026 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain masalah maskapai, pembenahan sektor hulu juga menjadi sorotan utama, khususnya terkait distribusi avtur yang masih bersifat monopolistik. Robert mengusulkan agar maskapai diberikan ruang untuk mengimpor bahan bakar sendiri atau mencari sumber biaya yang lebih efisien agar beban operasional tidak sepenuhnya dibebankan kepada penumpang melalui harga tiket.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026, 1,9 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek
Sisi ketenagakerjaan juga tidak luput dari perhatian, di mana keterlibatan tenaga kerja lokal di bandara maupun maskapai di wilayah Papua dinilai masih sangat minim. Ia berharap pembukaan pasar dan perbaikan regulasi ini dibarengi dengan keberpihakan kepada sumber daya manusia lokal agar dampak ekonomi dari industri penerbangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara untuk menyatukan Nusantara dan mempercepat mobilitas manusia serta barang. Robert menekankan bahwa akses udara bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dijamin ketersediaannya dengan harga yang terjangkau oleh negara.
Ia optimistis jika regulasi mampu membenahi struktur pasar dan menghilangkan praktik kartel terselubung, maka harga tiket pesawat yang murah bukan lagi hal mustahil. Negara harus hadir sebagai regulator yang adil untuk memastikan rakyat tidak terjebak dalam sistem transportasi yang eksploitatif dan tidak kompetitif.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026, 1,9 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek
Sisi ketenagakerjaan juga tidak luput dari perhatian, di mana keterlibatan tenaga kerja lokal di bandara maupun maskapai di wilayah Papua dinilai masih sangat minim. Ia berharap pembukaan pasar dan perbaikan regulasi ini dibarengi dengan keberpihakan kepada sumber daya manusia lokal agar dampak ekonomi dari industri penerbangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara untuk menyatukan Nusantara dan mempercepat mobilitas manusia serta barang. Robert menekankan bahwa akses udara bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dijamin ketersediaannya dengan harga yang terjangkau oleh negara.
Ia optimistis jika regulasi mampu membenahi struktur pasar dan menghilangkan praktik kartel terselubung, maka harga tiket pesawat yang murah bukan lagi hal mustahil. Negara harus hadir sebagai regulator yang adil untuk memastikan rakyat tidak terjebak dalam sistem transportasi yang eksploitatif dan tidak kompetitif.
(nng)
Lihat Juga :