Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM

Senin, 30 Maret 2026 - 19:28 WIB
loading...
Krisis Selat Hormuz...
Penutupan hampir total Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret telah memicu krisis energi global lebih 40 negara. FOTO/Business Matters
A A A
JAKARTA - Penutupan hampir total Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret telah memicu krisis energi global lebih 40 negara dengan menerapkan langkah darurat mulai pembatasan kuota bahan bakar hingga pemangkasan jam kerja. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut gangguan yang menghapus sekitar 20 juta barel per hari (bph) dari pasar global ini sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak dunia.

"Pada suatu titik, operasi kilang harus dikurangi. Harga minyak yang tersedia akan menentukan siapa yang mampu membelinya. Tidak hanya negara mana, tapi juga industri mana dalam negara yang mungkin perlu menghemat energi dan mengurangi produksi," ujar Anna Mikulska dari Rice University's Baker Institute dikutip The Hilltop, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Krisis Energi Global Kian Nyata, Rusia Setop Ekspor BBM Mulai 1 April 2026

IEA telah mengoordinasikan pelepasan rekor 400 juta barel dari cadangan darurat negara-negara anggotanya pada 11 Maret, namun memperingatkan langkah pasokan saja tidak cukup untuk menutup kekurangan akibat konflik yang mendorong harga minyak Brent melonjak melewati USD110 per barel.

Filipina menjadi negara pertama yang menyatakan darurat energi nasional pada 24 Maret. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyebut bahaya mendesak pasokan energi yang sangat rendah, sehingga pemerintah memperkenalkan jam kerja empat hari untuk kantor pemerintah dan transportasi bus gratis bagi siswa dan pekerja di beberapa kota.

Di Asia Selatan, Sri Lanka yang masih rapuh akibat keruntuhan ekonominya pada 2022 memberlakukan pembatasan bahan bakar 15 liter per pengemudi per minggu dan menetapkan setiap Rabu sebagai hari libur publik. Pakistan mengadopsi jam kerja empat hari untuk kantor pemerintah, Bangladesh menutup universitas lebih awal dan membatasi penjualan bahan bakar, sementara Myanmar membatasi kendaraan pribadi beroperasi bergantian berdasarkan nomor plat.

S&P Global Ratings memperingatkan bahwa Bangladesh, Pakistan, dan Sri Lanka menghadapi risiko ekonomi tertinggi di kawasan karena ketergantungan berat pada impor energi dan cadangan terbatas. Cadangan minyak Bangladesh diperkirakan hanya bertahan kurang dari satu bulan, sementara hampir setengah pembangkit listriknya bergantung pada gas yang seperempatnya diimpor.



Di Eropa, Slovenia menjadi anggota Uni Eropa (UE) pertama yang melakukan pembatasan bahan bakar, membatasi pengemudi pribadi hingga 50 liter per hari setelah wisata bahan bakar lintas batas dari Austria mengosongkan pompa bensin. Mesir memerintahkan semua toko, restoran, dan kafe tutup paling lambat pukul 21.00 mulai 28 Maret, karena tagihan energi bulanannya melonjak dari USD1,2 miliar pada Januari menjadi USD2,5 miliar pada Maret.

Baca Juga: Siapa Alireza Tangsiri? Kepala Angkatan Laut Iran di Balik Blokade Hormuz

Australia melepaskan 20% cadangan bahan bakarnya dan menurunkan standar kualitas diesel untuk meningkatkan pasokan, sementara dua negara bagian, Victoria dan Tasmania, mengumumkan transportasi umum gratis untuk meringankan tekanan biaya hidup di SPBU. Thailand memerintahkan pegawai negeri bekerja dari rumah dan menghentikan ekspor bahan bakar ke sebagian besar negara tetangga.

Perkiraan PBB menunjukkan harga minyak naik sekitar 45% dan harga gas 55% sejak akhir Februari, dengan inflasi regional di Asia diproyeksikan naik menjadi 4,6% pada 2026. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz anjlok lebih dari 90% sejak Iran menyatakan perairan tersebut ditutup pada 2 Maret dan setidaknya 21 serangan terhadap kapal dagang dikonfirmasi hingga pertengahan Maret.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved