Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?
Rabu, 01 April 2026 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
RON 95: ± Rp8.500-Rp11.400
RON 97: ± Rp13.000
Solar (diesel): ± Rp10.000-Rp11.500
3. Singapura
RON 95: ± Rp45.000
RON 98: Rp52.000-Rp55.000
Solar (diesel): ± Rp45.000-Rp47.000
4. Thailand
RON 92: ± Rp23.000
RON 95: ± Rp23.000-Rp24.000
Solar (diesel): ± Rp17.000
5. Vietnam
RON 92: ± Rp22.000-Rp25.000
RON 95: ± Rp25.000+
Solar (diesel): ± Rp20.000-Rp21.000+
Filipina dan Thailand, yang sangat bergantung pada impor minyak melalui jalur laut, kini menghadapi tekanan inflasi yang hebat. Penutupan Selat Hormuz oleh konflik Iran membuat biaya logistik pengiriman minyak ke Manila dan Bangkok melonjak hingga 40%.
Di Indonesia, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia. Tekanan pada nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS menambah beban impor bensin nasional. Meskipun Arab Saudi telah membuka "jalur tikus" via pipa East-West untuk mengamankan stok, harga pasar global tetap menjadi acuan utama.
Ekonom memperingatkan bahwa jika harga minyak menetap di atas USD115 untuk waktu yang lama, skema harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series kemungkinan besar akan terkoreksi dalam waktu dekat.
RON 97: ± Rp13.000
Solar (diesel): ± Rp10.000-Rp11.500
3. Singapura
RON 95: ± Rp45.000
RON 98: Rp52.000-Rp55.000
Solar (diesel): ± Rp45.000-Rp47.000
4. Thailand
RON 92: ± Rp23.000
RON 95: ± Rp23.000-Rp24.000
Solar (diesel): ± Rp17.000
5. Vietnam
RON 92: ± Rp22.000-Rp25.000
RON 95: ± Rp25.000+
Solar (diesel): ± Rp20.000-Rp21.000+
Negara Asia Mulai Teriak, Krisis Pasokan Mengintai
Berbeda dengan Indonesia yang memiliki sedikit bantalan dari produksi domestik, Vietnam kini berada dalam posisi sulit. Seperti diberitakan sebelumnya, maskapai Vietnam bahkan sudah memangkas jadwal terbang akibat harga avtur yang gila-gilaan. Kondisi ini diprediksi akan segera merembet ke harga bensin eceran di sana.Filipina dan Thailand, yang sangat bergantung pada impor minyak melalui jalur laut, kini menghadapi tekanan inflasi yang hebat. Penutupan Selat Hormuz oleh konflik Iran membuat biaya logistik pengiriman minyak ke Manila dan Bangkok melonjak hingga 40%.
Di Indonesia, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia. Tekanan pada nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS menambah beban impor bensin nasional. Meskipun Arab Saudi telah membuka "jalur tikus" via pipa East-West untuk mengamankan stok, harga pasar global tetap menjadi acuan utama.
Ekonom memperingatkan bahwa jika harga minyak menetap di atas USD115 untuk waktu yang lama, skema harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series kemungkinan besar akan terkoreksi dalam waktu dekat.
(akr)
Lihat Juga :