Tak Ada Pilihan Lain, Negara-negara Asia Berebut Minyak dari Rusia

Rabu, 01 April 2026 - 20:44 WIB
loading...
Tak Ada Pilihan Lain,...
Negara-negara Asia semakin bergantung pada minyak mentah Rusia di tengah krisis energi global. FOTO/CNS Photo
A A A
BANGKOK - Negara-negara Asia semakin bergantung pada minyak mentah Rusia di tengah krisis energi global yang dipicu konflik Timur Tengah. Keterbatasan pasokan dan gangguan distribusi membuat opsi energi semakin sempit bagi banyak negara di kawasan.

"Masalah sebenarnya adalah berapa banyak kargo yang masih tersedia di pasar ini," ujar analis senior minyak mentah Kpler, Muyu Xu, dikutip dari CNA, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun

Penutupan Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global telah memicu lonjakan permintaan energi di Asia. Situasi ini diperburuk oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran termasuk gangguan pengiriman oleh kelompok Houthi di kawasan Laut Merah.

Di tengah kondisi tersebut, AS melonggarkan sementara sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini membuka peluang bagi negara-negara Asia untuk mengamankan pasokan energi dengan harga relatif lebih murah.



China, India, dan Turki sebelumnya telah menjadi pembeli utama minyak Rusia dengan memanfaatkan diskon di tengah sanksi Barat. Kini, negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam mulai menunjukkan minat serupa seiring meningkatnya tekanan pasokan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved