Laba Bersih Tumbuh 13,2%, Anabatic Technologies Perkuat Strategi Solusi dan Layanan Teknologi
Rabu, 01 April 2026 - 22:12 WIB
loading...
Pertumbuhan laba bersih 13,2% menunjukkan strategi Anabatic Technologies untuk terus beradaptasi dan memperkuat fokus pada solusi serta layanan teknologi memberikan hasil positif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Anabatic Technologies Tbk (IDX: ATIC) mencatat kinerja positif di sepanjang tahun 2025, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi strategi perusahaan dalam memperkuat fokus pada solusi dan layanan teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk Harry Surjanto Hambali, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan lanskap industri serta mempertajam fokus pada lini bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan.
Baca Juga: PHK Massal di Industri Teknologi: Ketika Raksasa-Raksasa Digital Terpaksa Merampingkan Diri
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan untuk terus beradaptasi dan memperkuat fokus pada solusi serta layanan teknologi memberikan hasil yang positif. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujarnya.
Secara finansial, Anabatic Technologies membukukan pendapatan sebesar Rp8,47 triliun pada tahun 2025. Di saat yang sama, laba bersih meningkat menjadi Rp334,3 miliar dari Rp295,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja ini mencerminkan hasil dari berbagai langkah perbaikan fundamental yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin keuangan, serta penguatan kompetensi.
Memasuki tahun mendatang, Anabatic Technologies menegaskan komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengembangan portofolio produk dan layanan yang memiliki nilai tambah serta potensi pertumbuhan. Fokus pengembangan bisnis diarahkan pada penambahan dan diversifikasi solusi teknologi yang sejalan dengan dinamika kebutuhan pasar serta perkembangan teknologi digital.
“Kami terus mengembangkan portofolio solusi dan layanan digital agar dapat menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif serta mendukung proses transformasi digital di berbagai sektor industri,” jelas Harry.
Dalam beberapa tahun terakhir, Anabatic Technologies telah menjalankan transformasi dengan tujuan memperkuat fondasi perusahaan. Seiring dengan berakhirnya fase tersebut, perusahaan kini memasuki tahap baru dalam perjalanannya.
“Saat ini kami berada dalam masa transisi menuju fase berikutnya dengan fokus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Kami percaya bahwa penguatan kapabilitas internal serta peningkatan kualitas layanan menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” tegas Harry.
Sejalan dengan itu, optimalisasi proses internal terus dilakukan guna meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi persaingan dan dinamika lingkungan bisnis.
“Kami percaya bahwa penguatan kapabilitas internal serta peningkatan kualitas layanan menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca Juga: Laba Anabatic Technologies Naik 138% Capai Rp342,5 M di 2023
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Anabatic Technologies optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi yang mendukung transformasi digital berbagai sektor industri di Indonesia.
Anabatic Technologies adalah perusahaan IT publik terkemuka di Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dan berhasil meraih kepercayaan sebagai mitra bisnis pilihan dari berbagai penyedia dan produsen teknologi terkemuka di dunia.
Selain melayani institusi terkemuka di Indonesia, Anabatic Technologies juga memperkuat eksistensinya di pasar internasional melalui kantor perwakilan Anabatic dan subholdings, yaitu KPSG dan CTI Group, di Malaysia dan Filipina. Anabatic Technologies hadir untuk memberikan solusi yang dibutuhkan oleh perusahaan guna bersaing di era ekonomi digital saat ini untuk meninjau dan membenahi proses bisnis dalam menghadapi tantangan global.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk Harry Surjanto Hambali, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan lanskap industri serta mempertajam fokus pada lini bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan.
Baca Juga: PHK Massal di Industri Teknologi: Ketika Raksasa-Raksasa Digital Terpaksa Merampingkan Diri
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan untuk terus beradaptasi dan memperkuat fokus pada solusi serta layanan teknologi memberikan hasil yang positif. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujarnya.
Secara finansial, Anabatic Technologies membukukan pendapatan sebesar Rp8,47 triliun pada tahun 2025. Di saat yang sama, laba bersih meningkat menjadi Rp334,3 miliar dari Rp295,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja ini mencerminkan hasil dari berbagai langkah perbaikan fundamental yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin keuangan, serta penguatan kompetensi.
Memasuki tahun mendatang, Anabatic Technologies menegaskan komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengembangan portofolio produk dan layanan yang memiliki nilai tambah serta potensi pertumbuhan. Fokus pengembangan bisnis diarahkan pada penambahan dan diversifikasi solusi teknologi yang sejalan dengan dinamika kebutuhan pasar serta perkembangan teknologi digital.
“Kami terus mengembangkan portofolio solusi dan layanan digital agar dapat menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif serta mendukung proses transformasi digital di berbagai sektor industri,” jelas Harry.
Dalam beberapa tahun terakhir, Anabatic Technologies telah menjalankan transformasi dengan tujuan memperkuat fondasi perusahaan. Seiring dengan berakhirnya fase tersebut, perusahaan kini memasuki tahap baru dalam perjalanannya.
“Saat ini kami berada dalam masa transisi menuju fase berikutnya dengan fokus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Kami percaya bahwa penguatan kapabilitas internal serta peningkatan kualitas layanan menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” tegas Harry.
Sejalan dengan itu, optimalisasi proses internal terus dilakukan guna meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi persaingan dan dinamika lingkungan bisnis.
“Kami percaya bahwa penguatan kapabilitas internal serta peningkatan kualitas layanan menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca Juga: Laba Anabatic Technologies Naik 138% Capai Rp342,5 M di 2023
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Anabatic Technologies optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi yang mendukung transformasi digital berbagai sektor industri di Indonesia.
Anabatic Technologies adalah perusahaan IT publik terkemuka di Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dan berhasil meraih kepercayaan sebagai mitra bisnis pilihan dari berbagai penyedia dan produsen teknologi terkemuka di dunia.
Selain melayani institusi terkemuka di Indonesia, Anabatic Technologies juga memperkuat eksistensinya di pasar internasional melalui kantor perwakilan Anabatic dan subholdings, yaitu KPSG dan CTI Group, di Malaysia dan Filipina. Anabatic Technologies hadir untuk memberikan solusi yang dibutuhkan oleh perusahaan guna bersaing di era ekonomi digital saat ini untuk meninjau dan membenahi proses bisnis dalam menghadapi tantangan global.
(akr)
Lihat Juga :