AS Serang Iran, Kini Panik Hadapi Skenario Harga Minyak USD200 per Barel

Kamis, 02 April 2026 - 18:00 WIB
loading...
A A A
Model Moody’s Analytics bahkan meningkatkan probabilitas resesi dalam 12 bulan ke depan menjadi 48%. Zandi menyebut harga minyak di level USD125 per barel sudah cukup menjadi titik kritis bagi stabilitas ekonomi.

Bloomberg Economics memperkirakan, lonjakan harga minyak hingga USD170 per barel saja sudah dapat memicu inflasi tajam di AS. Sementara itu, harga di kisaran USD200 per barel dinilai berpotensi menimbulkan dampak global yang jauh lebih serius, mengingat level tersebut terakhir kali mendekati realisasi sebelum krisis keuangan global 2008.

Baca Juga: Israel Tegaskan Tidak akan Gabung Operasi Darat AS di Iran

Di sisi lain, Gedung Putih membantah laporan terkait kekhawatiran ekstrem tersebut. Juru bicara Kush Desai menegaskan bahwa pemerintah memang selalu mengevaluasi berbagai skenario harga energi, namun tidak secara spesifik memproyeksikan lonjakan hingga USD200 per barel.

Meski demikian, Presiden Donald Trump mengakui bahwa konflik yang berlangsung dapat menekan pasar keuangan dan mendorong kenaikan harga energi dalam jangka pendek. Namun, ia menilai dampak tersebut tidak menjadi persoalan utama dalam konteks kebijakan yang lebih luas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Rekomendasi
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved