Perkuat Daya Saing Global, Lab Indonesia ke-8 Jadi Motor Inovasi dan Efisiensi Industri
Kamis, 02 April 2026 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya meyakini bahwa masa depan laboratorium Indonesia ditentukan oleh kemampuan dalam memberikan hasil yang akurat, andal, dan sesuai standar regulasi, sembari tetap meningkatkan efisiensi dan mengadopsi teknologi analitik mutakhir.
“Kami sebagai peserta hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Saptogiri, selaku Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo.
Sejumlah pakar dan perwakilan institusi yang dipastikan akan hadir di Lab Indonesia 2026 turut menegaskan pandangan mereka mengenai peran standar, inovasi, dan riset dalam memperkuat daya saing industri laboratorium Indonesia.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI). Indonesia sendiri tentu memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat, namun masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, dan kurangnya kolaborasi dengan industri.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan alur riset yang terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, hingga industri agar menghasilkan pengakuan global, serta peran strategis HKI dalam sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode,” tegas Afrizal, selaku Ketua HKI Jakarta.
Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) berkata, “Acara ini berperan sebagai tempat update perkembangan teknologi terkini laboratorium, temu pelanggan dan sharing pengalaman terhadap semua hal, termasuk update metode.
“Ini menjadi wadah yang mengisi kekosongan dalam hal pengelolaan laboratorium supaya lebih efektif dan efisien. Lab Indonesia bisa menjadi contoh kerja sama G-to-B yang baik untuk mendorong pembangunan bangsa dengan penguatan infrastruktur mutu nasional guna mendorong daya saing produk Indonesia di kancah dunia,”tuturnya.
“Kami sebagai peserta hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Saptogiri, selaku Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo.
Sejumlah pakar dan perwakilan institusi yang dipastikan akan hadir di Lab Indonesia 2026 turut menegaskan pandangan mereka mengenai peran standar, inovasi, dan riset dalam memperkuat daya saing industri laboratorium Indonesia.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI). Indonesia sendiri tentu memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat, namun masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, dan kurangnya kolaborasi dengan industri.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan alur riset yang terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, hingga industri agar menghasilkan pengakuan global, serta peran strategis HKI dalam sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode,” tegas Afrizal, selaku Ketua HKI Jakarta.
Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) berkata, “Acara ini berperan sebagai tempat update perkembangan teknologi terkini laboratorium, temu pelanggan dan sharing pengalaman terhadap semua hal, termasuk update metode.
“Ini menjadi wadah yang mengisi kekosongan dalam hal pengelolaan laboratorium supaya lebih efektif dan efisien. Lab Indonesia bisa menjadi contoh kerja sama G-to-B yang baik untuk mendorong pembangunan bangsa dengan penguatan infrastruktur mutu nasional guna mendorong daya saing produk Indonesia di kancah dunia,”tuturnya.
(unt)
Lihat Juga :