Harga BBM Tetangga Tembus Rp30 Ribu! DEN Minta Warga Tak Panik: Stok RI di Atas 20 Hari

Jum'at, 03 April 2026 - 10:18 WIB
loading...
Harga BBM Tetangga Tembus...
Meskipun tekanan fiskal kian berat akibat lonjakan harga minyak dunia, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan masih dalam kondisi terkendali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah guncangan krisis energi global akibat perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Dewan Energi Nasional (DEN) meminta masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) bahan bakar. Meskipun tekanan fiskal kian berat, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan masih dalam kondisi terkendali.

Anggota DEN, M. Kholid Syeirazi menegaskan, bahwa posisi energi Indonesia saat ini jauh lebih stabil dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara yang sudah mengalami lonjakan harga gila-gilaan. Kholid memaparkan data mengejutkan mengenai kondisi BBM di negara-negara ASEAN.

Baca Juga: Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?

Menurutnya, Indonesia masih beruntung karena mampu meredam kenaikan harga ekstrem yang dialami negara lain sebagai perbandingan, harga BBM di Vietnam misalnya sudah mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.700/liter menjadi Rp19.100/liter. Begitu pula Thailand, dari Rp16.500/liter menjadi Rp24.000/liter, Laos dari Rp22.700/liter menjadi Rp30.200/liter.

"Masyarakat harus tenang. Buat apa panik? Kondisi kita jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain," ujar Kholid di Jakarta.



Salah satu alasan masyarakat tidak perlu melakukan penimbunan adalah ketahanan stok operasional Pertamina yang saat ini berada di atas 20 hari. Angka ini melebihi cadangan operasional minimal yang ditetapkan oleh BPH Migas.

Namun, Kholid mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan ini bukan perkara mudah di tengah blokade jalur pasokan global. "Pertamina melakukan best effort, tetapi Pemerintah dan Pertamina tentu tidak bisa sendirian. Harus didukung masyarakat dengan bijak mengonsumsi BBM," tambahnya.

Baca Juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Purbaya Ungkap Kondisi di Indonesia

Karena bagaimana pun, imbuh Kholid, masyarakat harus tahu bahwa saat ini kondisi BBM global memang sedang tidak baik, akibat perang Iran melawan AS dan Israel. ”Kalau dalam kondisi kahar seperti sekarang dan kemudian kita bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, justru berbahaya. Tidak punya sense of crisis,” jelas Kholid.

Begitu pula penyesuaian harga BBM. Menurut Kholid, dalam kondisi krisis energi global seperti sekarang, merupakan upaya untuk mengurangi beban fiskal dalam menanggung beban subsidi dan kompensasi.

Kholid mencontohkan, setiap kenaikan harga minyak USD1 per barel, akan ada tambahan potensi kenaikan beban subsidi dan kompensasi sebesar Rp10,3 triliun. Dengan demikian, jika harga minyak sekarang sudah di atas USD100/barel, tentu berdampak pada tingginya beban kapasitas fiskal.

”Solusinya bagaimana? Sebagian harus dialihkan kepada masyarakat dalam bentuk kenaikan harga BBM,” ucapnya.

Senada dengan DEN, Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo mengapresiasi langkah Pertamina yang tetap siaga di tengah krisis. Namun ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

"Jangan lakukan penimbunan BBM karena justru akan memperburuk distribusi dan merugikan masyarakat luas. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi Pemerintah atau Pertamina," kata Sartono.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Berita Terkini
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Infografis
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok BBM Masih Aman untuk 26 Hari Kedepan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved