AS Lipat Gandakan Asuransi Kapal di Selat Hormuz Jadi Rp679 Triliun

Sabtu, 04 April 2026 - 17:00 WIB
loading...
AS Lipat Gandakan Asuransi...
AS menggandakan komitmen jaminan reasuransi guna melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. FOTO/Bloomberg
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggandakan komitmen jaminan reasuransi menjadi USD40 miliar atau sekitar Rp679 triliun guna melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Langkah strategis ini diambil untuk memulihkan arus lalu lintas di jalur air vital tersebut yang saat ini terganggu oleh blokade Iran dan eskalasi konflik selama lima minggu terakhir.

"Bersama Chubb, para penjamin asuransi Amerika terkemuka ini membawa pengalaman underwriting mendalam dalam cakupan maritim dan perang maritim, memperkuat upaya kami untuk memulihkan kepercayaan dalam perdagangan maritim," ujar CEO US International Development Finance Corp (DFC) Ben Black dalam pernyataan resminya dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: China Tegas Salahkan AS dan Israel soal Iran Tutup Selat Hormuz

Penambahan nilai jaminan ini dimungkinkan setelah sejumlah raksasa asuransi seperti AIG, Berkshire Hathaway, Travelers, Liberty Mutual, Starr, dan CNA sepakat bergabung dengan Chubb dalam konsorsium tersebut. Keterlibatan perusahaan-perusahaan besar ini menandai upaya konkret DFC untuk meredam keguncangan pasar energi akibat tersumbatnya akses pelayaran di wilayah tersebut.

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair global. Penutupan efektif jalur ini telah memicu krisis energi luas, yang berdampak signifikan pada negara konsumen besar seperti India serta menyebabkan harga bensin di AS melambung di atas USD4 per galon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Rekomendasi
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Motivasi 2.000 Pelajar...
Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved