Bursa Saham RI Lesu, IHSG Turun ke 7.001 di Awal Perdagangan

Senin, 06 April 2026 - 10:11 WIB
loading...
Bursa Saham RI Lesu,...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (6/4/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (6/4/2026), mencerminkan tekanan dari sentimen global dan domestik. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar akibat gejolak geopolitik dan kekhawatiran kebijakan dalam negeri.

"Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek," ujar Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan dalam risetnya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: IHSG Sepekan Memerah, Kapitalisasi Pasar Ambles Jadi Rp12.305 Triliun

Pada pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,36% ke level 7.001. Beberapa menit kemudian, pelemahan berlanjut hingga 0,77% ke posisi 6.972, dengan 166 saham menguat, 387 melemah, dan 405 stagnan. Nilai transaksi awal tercatat Rp2,1 triliun dengan volume 1,3 miliar lembar saham.

Indeks unggulan turut bergerak variatif, di mana LQ45 melemah 0,79% ke 708 dan JII turun 1,53% ke 472. Sementara itu, MNC36 menguat 0,37% ke 303 dan IDX30 naik 0,22% ke 389.



Sebagian besar sektor berada di zona merah, antara lain energi, konsumer non-siklikal, properti, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Adapun sektor yang masih menguat meliputi konsumer siklikal, keuangan, dan industri.

Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi antara lain PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), dan PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ). Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terdalam di antaranya PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISC), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).

Baca Juga: IHSG Ditutup Ambruk 2,19% Jelang Long Weekend, 558 Saham Kebakaran

Secara historis, IHSG juga ditutup melemah pada akhir pekan lalu di level 7.026 atau turun 0,99% dibandingkan pekan sebelumnya. Tekanan diperbesar oleh aksi jual bersih (outflow) investor asing yang mencapai Rp2,8 triliun di pasar reguler.

Menurut David, tekanan pasar tidak lepas dari meningkatnya ketegangan global, khususnya terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran, yang memicu kekhawatiran investor global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati rencana kebijakan pemerintah terkait peningkatan bauran biodiesel menjadi B50 yang diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kebijakan tersebut dikhawatirkan berdampak pada pasokan CPO dan harga minyak goreng, sehingga berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Memasuki pekan 6–10 April 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam tekanan dengan kisaran support di level 6.700 dan resistance di 7.250. Investor diimbau mewaspadai fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga minyak global yang berpotensi menjadi beban tambahan bagi pasar domestik.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berita Terkini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved