Kantongi Penerimaan Pajak Rp394,8 T di Kuartal I 2026, Purbaya: Strategi Kita Mulai Berhasil
Senin, 06 April 2026 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah secara agresif melakukan percepatan belanja pada awal tahun ini. Hingga akhir Maret 2026, total belanja negara telah menyerap anggaran sebesar Rp815,0 triliun, atau tumbuh pesat 31,4% (yoy). Angka ini setara dengan 21,2% dari pagu anggaran tahun berjalan.
Belanja Pemerintah Pusat menjadi motor utama penggerak dengan realisasi Rp610,3 triliun, melonjak hingga 47,7%. Rinciannya, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp281,2 triliun (+43,4%), belanja Non-K/L naik signifikan menjadi Rp329,1 triliun (+51,5%) dan Transfer ke Daerah (TKD) tercatat stabil di angka Rp204,8 triliun, meski ada kontraksi tipis 1,1%.
Baca Juga: Setoran Pajak Digital Capai Rp48,11 Triliun, PMSE dan Kripto Terkumpul Rp39,36 Triliun
Laju belanja yang lebih cepat dibandingkan pendapatan menyebabkan defisit APBN melebar ke angka Rp240,1 triliun, atau setara dengan 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Dengan demikian, defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit Bapak-Bapak Ibu-Ibu jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit," ungkap Purbaya.
Selain itu, defisit keseimbangan primer dilaporkan berada pada level Rp95,8 triliun. Guna menutup selisih anggaran tersebut, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp257,4 triliun. Jumlah ini mencakup 37,3% dari total target pembiayaan yang ditetapkan dalam APBN 2026.
(akr)
Lihat Juga :