WTJJ Bidik Pendanaan Hijau lewat Transformasi Bisnis Berbasis ESG

Selasa, 07 April 2026 - 21:05 WIB
loading...
WTJJ Bidik Pendanaan...
KESGI Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/4). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menegaskan transformasi bisnis berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka akses pembiayaan hijau. Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang KESGI Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/4), di tengah dinamika sektor infrastruktur yang semakin kompleks.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menegaskan bahwa ESG tidak lagi sekadar kewajiban pelaporan, melainkan telah menjadi strategi utama dalam pengambilan keputusan bisnis dan pengelolaan operasional perusahaan.

"ESG bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi bagaimana perusahaan bisa beradaptasi dan tumbuh. Ini adalah strategi diferensiasi kami, sekaligus financing gateway untuk membuka akses pendanaan yang lebih luas," tutur Rendy.

Baca Juga: FIF Cetak Rekor Laba Rp4,63 Triliun, Salurkan Pembiayaan Hampir Rp50 Triliun

Rendy menjelaskan sektor infrastruktur, termasuk air, memiliki karakteristik padat modal dan sensitif terhadap sentimen pasar. Dalam konteks ini, ESG menjadi instrumen penting untuk memperkuat profil risiko perusahaan di mata investor dan lembaga keuangan. Transformasi WTJJ dimulai dari internal melalui penyelarasan visi, misi, dan pola pikir seluruh insan perusahaan sebelum membangun kepercayaan eksternal. "Kami mulai dari mental modeling. Ketika seluruh organisasi memiliki visi yang sama, barulah ESG bisa diterjemahkan menjadi nilai yang kredibel bagi investor," jelasnya.

Implementasi ESG diwujudkan secara konkret dalam operasional, dengan fokus utama pada efisiensi energi mengingat komponen ini menjadi biaya terbesar dalam pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM). WTJJ telah mengadopsi teknologi variable speed drive pada hampir seluruh pompa, sehingga konsumsi listrik lebih terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan secara real-time. Perusahaan juga mulai memanfaatkan energi terbarukan serta menerapkan sistem manajemen energi untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas biaya.



Langkah transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Pada 2025, WTJJ berhasil melakukan refinancing dari pinjaman konvensional menjadi pendanaan hijau senilai Rp1,29 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan. Kinerja ESG WTJJ juga mendapat pengakuan global; berdasarkan penilaian S&P Global pada Februari 2026, perusahaan mencatat skor ESG sebesar 55 serta meraih peringkat pertama di Indonesia dan masuk lima besar dunia untuk kategori water.

Baca Juga: Gerakan Sedekah Pohon, Ekonomi Hijau dan Ekoteologi Filantropi Islam

Sebagai pengelola proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Regional Jatiluhur I, WTJJ mengoperasikan salah satu infrastruktur air minum terbesar di Indonesia dengan kapasitas 4.750 liter per detik. Layanan ini menjangkau DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang dengan cakupan sekitar 2 juta jiwa. Sejak mulai beroperasi pada Desember 2024, proyek ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan air perkotaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada air tanah.

Rendy menegaskan bahwa investasi di sektor air tidak hanya berbicara tentang skema pendanaan, tetapi juga komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan layanan bagi masyarakat. "Investment is not just about funding schemes, but a long-term commitment to sustainable water," ujarnya.

Ke depan, WTJJ berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi ESG dalam seluruh lini bisnis. Melalui tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang kuat, serta dampak keberlanjutan yang terukur, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menghadirkan infrastruktur air berkelas dunia yang berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Surveyor Indonesia Perkuat...
Surveyor Indonesia Perkuat Peran ESG Assurance untuk Dorong Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Hijau
BPDLH dan Sektor Swasta...
BPDLH dan Sektor Swasta Perkuat Pembiayaan Hijau bagi Petani Agroforestri
Indonesia Butuh Investasi...
Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?
BNI Agresif Dorong Pembiayaan...
BNI Agresif Dorong Pembiayaan Hijau, Portofolio Capai Rp13,37 Triliun
Dukung 3 Juta Rumah,...
Dukung 3 Juta Rumah, Ketum Kadin Anin Kedepankan Pembiayaan Hijau hingga Prinsip ESG
PLN Kantongi Suntikan...
PLN Kantongi Suntikan Dana Segar Rp12 Triliun, Buat Apa?
Investasi Hijau Rp350...
Investasi Hijau Rp350 Miliar Siap Perluas Energi Surya di Berbagai Sektor
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Israel dan Amerika Serikat...
Israel dan Amerika Serikat Sepakat untuk Bidik Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved