APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan

Selasa, 07 April 2026 - 22:42 WIB
loading...
APHI Dorong Penguatan...
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menekankan pentingnya refleksi strategis untuk memperkuat komitmen pelaku usaha kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menekankan pentingnya refleksi strategis untuk memperkuat komitmen pelaku usaha kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus meneguhkan peran sektor kehutanan sebagai pilar penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan .

Momentum ini dinilai relevan di tengah meningkatnya tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi hutan, serta tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya alam, yang menuntut praktik pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan keseimbangan ekologis.

Hal ini terungkap dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah bertajuk Refleksi Diri dan Satukan Hati dalam Silaturahmi untuk Menjaga Bumi pada Selasa (07/04/2026) di Jakarta. Baca Juga: Sinergi Dinas Kehutanan Lampung dan APHI Dorong MUK Berbasis Lanskap

Ketua Umum APHI, Soewarso mengatakan, bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan harus menjadi landasan dalam praktik pengelolaan hutan yang lebih bijak dan berkelanjutan.



“Kita tidak hanya merayakan kemenangan rohani, tetapi juga merefleksikan peran kita sebagai pelaku usaha kehutanan dalam menjaga amanah Sang Pencipta atas bumi ini. Refleksi diri harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga hutan bagi generasi mendatang,” ujar Soewarso.

Ia menambahkan, semangat menahan diri selama Ramadan relevan dalam pengelolaan hutan, terutama dalam menghindari eksploitasi berlebihan dan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurut dia, APHI bersama anggotanya terus berkomitmen memperluas tutupan hutan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan, baik di hutan tanaman maupun hutan alam, serta memastikan pemanfaatan hutan dilakukan secara bijak.

“Optimalisasi pemanfaatan hutan melalui pendekatan Multiusaha Kehutanan menjadi arah utama pengelolaan hutan saat ini dan ke depan, yang diiringi dengan penguatan tata kelola serta tanggung jawab sosial dan lingkungan,” katanya.

“Di tengah kesibukan kita mengelola bisnis kehutanan yang sedang penuh tantangan, mungkin ada gesekan, perbedaan pendapat, atau komunikasi yang kurang berkenan. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk saling melapangkan dada, saling memaafkan, dan memperkuat kembali ikatan kekeluargaan kita,” ujar Soewarso.

Ia menambahkan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi energi baru bagi seluruh pengurus dan anggota APHI untuk memperkuat organisasi dan peran sektor kehutanan ke depan.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan semangat Idulfitri sebagai bahan bakar untuk meningkatkan soliditas, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, serta terus berinovasi dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz MP menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian hutan. Ia menyatakan, bahwa pemerintah terus memperkuat tata kelola kehutanan melalui peningkatan koordinasi pusat dan daerah, termasuk rencana pengembangan pusat ekosistem pengelolaan hutan sebagai penghubung kebijakan tata ruang.

“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk menyatukan hati dan memperkuat komitmen dalam menjaga bumi. Pemerintah akan terus mendorong pengelolaan hutan yang lestari, alam yang terjaga, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahfudz.

Ia juga menyampaikan bahwa pengawasan di tingkat tapak akan diperkuat melalui penambahan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut), dari sekitar 4.800 personel saat ini menjadi sekitar 21.000 personel secara bertahap.

Baca Juga: APHI dan Fakultas Pertanian Unila Kolaborasi Pengembangan Multiusaha Kehutanan

Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro menegaskan, perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola sumber daya alam. Menurut dia manusia tidak dapat lagi diposisikan sebagai pemilik alam, melainkan sebagai pihak yang menerima amanah untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Manusia boleh memanfaatkan sumber daya alam, tetapi tidak boleh merusak. Pemanfaatan harus didasarkan pada batas ekologis, bukan semata-mata pertimbangan ekonomi,” kata Sigit.

Ia menambahkan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan akibat dari ketidakseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga diperlukan koreksi bersama melalui kebijakan dan praktik yang lebih beretika.

Sigit juga menilai APHI memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi menuju pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan, tidak hanya sebagai representasi pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra pemerintah.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kehutanan sekaligus mendorong perbaikan tata kelola hutan yang berkelanjutan di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Menjawab Tantangan Klasik...
Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya
Industri Parfum Lokal...
Industri Parfum Lokal Dinilai Makin Berkembang di Tengah Meningkatnya Minat Konsumen
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Sinergi Pengusaha-Kampus...
Sinergi Pengusaha-Kampus Percepat Multiusaha Kehutanan dan Pengendalian Karhutla
Delegasi ICC Indonesia...
Delegasi ICC Indonesia Ikut Bahas Penggunaan AI dalam Proses Arbitrase
Jaga Kelestarian Hutan...
Jaga Kelestarian Hutan dan Sumber Air, Rehabilitasi DAS di Lore Selatan Digencarkan
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Rekomendasi
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved