Purbaya Sebut Tak Ada Anggaran Motor Listrik MBG di Tahun 2026
Rabu, 08 April 2026 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
"Anggaran tahun lalu saya udah bayar mereka itu, datangnya sekarang. Tanya tuh ke Pak Ketua BGN gimana statusnya. Anggaran udah keluar... saya gak tahu (soal pembagiannya)," pungkas Purbaya.
Polemik ini bermula ketika muncul informasi mengenai pengadaan kendaraan operasional listrik oleh Badan Gizi Nasional dalam jumlah masif. BGN dikabarkan melakukan pemesanan sebanyak lebih dari 21.000 unit hingga 25.000 unit motor listrik yang akan digunakan oleh petugas di lapangan untuk mendistribusikan makanan bergizi.
Proyek pengadaan ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp1,2 triliun. Angka yang besar ini memicu kritik di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran belanja negara.
Sebelumnya Purbaya mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, usulan pengadaan barang seperti motor dan komputer dalam jumlah besar sempat diajukan, namun tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan.
"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak, yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatmentnya," kata Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4).
Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah pengadaan motor listrik yang saat ini beredar telah melalui persetujuan yang sama. Purbaya menyatakan, akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.
"Tapi saya akan double check lagi. Tapi tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu saya akan lihat lagi seperti apa," jelas Purbaya.
"Anggaran tahun lalu saya udah bayar mereka itu, datangnya sekarang. Tanya tuh ke Pak Ketua BGN gimana statusnya. Anggaran udah keluar... saya gak tahu (soal pembagiannya)," pungkas Purbaya.
Polemik ini bermula ketika muncul informasi mengenai pengadaan kendaraan operasional listrik oleh Badan Gizi Nasional dalam jumlah masif. BGN dikabarkan melakukan pemesanan sebanyak lebih dari 21.000 unit hingga 25.000 unit motor listrik yang akan digunakan oleh petugas di lapangan untuk mendistribusikan makanan bergizi.
Proyek pengadaan ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp1,2 triliun. Angka yang besar ini memicu kritik di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran belanja negara.
Sebelumnya Purbaya mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, usulan pengadaan barang seperti motor dan komputer dalam jumlah besar sempat diajukan, namun tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan.
"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak, yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatmentnya," kata Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4).
Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah pengadaan motor listrik yang saat ini beredar telah melalui persetujuan yang sama. Purbaya menyatakan, akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.
"Tapi saya akan double check lagi. Tapi tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu saya akan lihat lagi seperti apa," jelas Purbaya.
(akr)
Lihat Juga :