Kurs Rupiah Membaik Diterpa Gencatan Senjata AS-Iran
Rabu, 08 April 2026 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Iran juga mengisyaratkan kesediaan bersyarat untuk mengurangi eskalasi, dengan mengatakan bahwa jalur aman melalui Selat akan dimungkinkan selama periode gencatan senjata, asalkan permusuhan dihentikan dan kapal-kapal berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Selain itu para pelaku pasar juga menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Maret yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan indikasi jelas pertama tentang dampak lonjakan harga energi baru-baru ini.
Para ekonom memperkirakan inflasi utama akan meningkat secara bulanan, sebagian besar didorong oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi, yang berpotensi mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.
Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut setara dengan 18,2% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100, Purbaya Serahkan ke BI: Saya Percaya Dia Bisa Betulin
Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak pada triwulan I 2026 yang keseluruhan tumbuh kuat, baik secara bruto maupun neto, dengan realisasi bulanan yang konsisten dan meningkat sejak awal tahun. Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun, atau meningkat 14,3 yoy, yang terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp67,9 triliun.
Selain itu para pelaku pasar juga menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Maret yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan indikasi jelas pertama tentang dampak lonjakan harga energi baru-baru ini.
Para ekonom memperkirakan inflasi utama akan meningkat secara bulanan, sebagian besar didorong oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi, yang berpotensi mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.
Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut setara dengan 18,2% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100, Purbaya Serahkan ke BI: Saya Percaya Dia Bisa Betulin
Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak pada triwulan I 2026 yang keseluruhan tumbuh kuat, baik secara bruto maupun neto, dengan realisasi bulanan yang konsisten dan meningkat sejak awal tahun. Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun, atau meningkat 14,3 yoy, yang terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp67,9 triliun.
Lihat Juga :