Pelajar Tak Beli Seragam Baru, Industri Benang Jadi Kusut
Sabtu, 19 September 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain fleksibilitas produk, Wahono mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan penghematan atau efisiensi. "Kami memajukan schedule untuk overhaul mesin, sehingga kalau akhir tahun situasi sudah menuju normal, kami bisa langsung lari tanpa harus berpikir untuk servis-servis lagi. Selain itu, kami juga melakukan efisiensi dalam bentuk penghematan listrik," lanjutnya.
Untuk karyawan, sebelumnya pabrik Sanda bekerja 24 jam, dan saat ini dibagi menjadi dua shift per hari. Saat ini, satu shift masih kosong karena kondisi pasar belum kembali seperti normal.
"Kami juga melihat kondisi pasar sampai bisa kembali ke 24 jam kerja. Ada beberapa karyawan yang kami terpaksa rumahkan, tapi sebisa mungkin jumlahnya kami minimalkan," ungkap Wahono. ( Baca juga:Luhut: Tiga Bulan ke Depan Jadi Critical Time Penanganan Corona )
Dia mengakui, bahwa saat ini pihaknya tertolong dengan restrukturisasi dari bank-bank yang bermitra dengan perusahaan, serta bantuan tunjangan Rp600 ribu per bulan untuk karyawan yang terdampak atau dirumahkan.
"Ini membantu kami meng-handle cash flow untuk saat ini," pungkasnya.
Untuk karyawan, sebelumnya pabrik Sanda bekerja 24 jam, dan saat ini dibagi menjadi dua shift per hari. Saat ini, satu shift masih kosong karena kondisi pasar belum kembali seperti normal.
"Kami juga melihat kondisi pasar sampai bisa kembali ke 24 jam kerja. Ada beberapa karyawan yang kami terpaksa rumahkan, tapi sebisa mungkin jumlahnya kami minimalkan," ungkap Wahono. ( Baca juga:Luhut: Tiga Bulan ke Depan Jadi Critical Time Penanganan Corona )
Dia mengakui, bahwa saat ini pihaknya tertolong dengan restrukturisasi dari bank-bank yang bermitra dengan perusahaan, serta bantuan tunjangan Rp600 ribu per bulan untuk karyawan yang terdampak atau dirumahkan.
"Ini membantu kami meng-handle cash flow untuk saat ini," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :