Kredit Pintar Edukasi Mahasiswa UNRI Bijak Kelola Keuangan
Kamis, 09 April 2026 - 22:49 WIB
loading...
Kredit Pintar berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program edukasi Pindar Mengajar di Universitas Riau. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform pinjaman daring (pindar) Kredit Pintar berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program edukasi "Pindar Mengajar" di Universitas Riau untuk meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan serta memahami risiko dan konsekuensi penggunaan layanan pendanaan digital.
“Kami melihat pentingnya program edukasi ini bagi kalangan mahasiswa sehingga ke depannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujar Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan
Puji menambahkan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan pemanfaatan layanan pindar secara bertanggung jawab menjadi kunci utama bagi mahasiswa. Program bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” ini juga menekankan pentingnya memilih platform yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Acara yang berlangsung di Ruangan Yudisium FEB UNRI, Kampus Bina Widya, Rabu (8/4), tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, serta Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang transparan dan sehat.
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Bantu UMKM Melek Keuangan
Dalam sesi talkshow bertema #TemanAturUang, Head of Risk Kredit Pintar, Revana Aryani, memaparkan panduan praktis mengenali jenis pinjaman. Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu memegang prinsip lima hal penting sebelum meminjam, yakni sesuai kebutuhan, cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform legal, serta berkomitmen membayar tepat waktu.
“Memahami cara mengelola uang adalah langkah awal menuju hidup yang lebih tenang. Dengan literasi yang baik, mahasiswa tidak mudah terjebak penawaran yang menyesatkan dan dapat menjaga kesehatan finansialnya,” papar Revana.
Berdasarkan data perusahaan, cakupan wilayah Riau menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan total penyaluran pinjaman mencapai Rp41,7 miliar. Angka tersebut menempatkan Provinsi Riau di peringkat keempat sebagai wilayah dengan penyaluran tertinggi di Pulau Sumatra, dari total penyaluran di pulau tersebut yang menembus Rp281,6 miliar.
Secara nasional, Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun sepanjang tahun 2025. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang disalurkan platform yang telah diunduh 36 juta kali ini mencapai lebih dari Rp62,3 triliun, yang mencerminkan kepercayaan publik terhadap akses pembiayaan inklusif.
“Kami melihat pentingnya program edukasi ini bagi kalangan mahasiswa sehingga ke depannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujar Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan
Puji menambahkan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan pemanfaatan layanan pindar secara bertanggung jawab menjadi kunci utama bagi mahasiswa. Program bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” ini juga menekankan pentingnya memilih platform yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Acara yang berlangsung di Ruangan Yudisium FEB UNRI, Kampus Bina Widya, Rabu (8/4), tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, serta Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang transparan dan sehat.
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Bantu UMKM Melek Keuangan
Dalam sesi talkshow bertema #TemanAturUang, Head of Risk Kredit Pintar, Revana Aryani, memaparkan panduan praktis mengenali jenis pinjaman. Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu memegang prinsip lima hal penting sebelum meminjam, yakni sesuai kebutuhan, cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform legal, serta berkomitmen membayar tepat waktu.
“Memahami cara mengelola uang adalah langkah awal menuju hidup yang lebih tenang. Dengan literasi yang baik, mahasiswa tidak mudah terjebak penawaran yang menyesatkan dan dapat menjaga kesehatan finansialnya,” papar Revana.
Berdasarkan data perusahaan, cakupan wilayah Riau menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan total penyaluran pinjaman mencapai Rp41,7 miliar. Angka tersebut menempatkan Provinsi Riau di peringkat keempat sebagai wilayah dengan penyaluran tertinggi di Pulau Sumatra, dari total penyaluran di pulau tersebut yang menembus Rp281,6 miliar.
Secara nasional, Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun sepanjang tahun 2025. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang disalurkan platform yang telah diunduh 36 juta kali ini mencapai lebih dari Rp62,3 triliun, yang mencerminkan kepercayaan publik terhadap akses pembiayaan inklusif.
(nng)
Lihat Juga :