Penjualan E-Commerce Capai USD5,76 Miliar, Didorong Konten dan Live Streaming
Jum'at, 10 April 2026 - 22:30 WIB
loading...
Tren siaran langsung dan konten digital menjadi pendorong utama lonjakan transaksi e-commerce selama Ramadan 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tren siaran langsung (Live) dan konten digital menjadi pendorong utama lonjakan transaksi e-commerce selama Ramadan 2026. Integrasi antara platform dan kekuatan konten dinilai mampu mempercepat konversi dari penemuan produk menjadi pembelian.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 mencapai 5,76 miliar dolar AS atau sekitar Rp96,7 triliun, seiring meningkatnya peran konten sebagai pintu utama transaksi digital.
"Seiring tren konten menjadi penggerak utama dalam perdagangan, kekuatan penemuan TikTok berperan penting dalam membantu pengguna menemukan produk dengan cara yang lebih menarik," ujar Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo seperti dikutip Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: TikTok Shop dan Tokopedia Kolaborasi Dorong Aktivitas Ekonomi selama Ramadan
Ia menjelaskan integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengelola operasional secara lebih efisien melalui pusat penjual terintegrasi, sekaligus menjangkau konsumen lewat kombinasi konten dan marketplace yang mendorong pertumbuhan bisnis.
Sepanjang periode Ramadan, siaran LIVE di kedua platform tersebut ditonton hingga 38 miliar kali dan mampu mendorong lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat, mencerminkan perubahan perilaku belanja masyarakat ke arah discovery e-commerce.
Sejumlah brand lokal memanfaatkan tren ini, termasuk MOELL OFFICIAL yang bergerak di produk ibu dan bayi. Perusahaan tersebut mengandalkan strategi bundling produk dengan harga kompetitif serta kolaborasi dengan affiliate content creator untuk meningkatkan daya tarik dan relevansi pemasaran.
"Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memaksimalkan potensi, mulai dari fitur LIVE, jaringan affiliate, hingga solusi iklan terintegrasi," kata pendiri MOELL OFFICIAL, Uung Victoria Finky.
Baca Juga: Eksistensi E-Commerce dan Kinerja Inflasi
Pendekatan berbasis data dan pemanfaatan konten tersebut mendorong kinerja signifikan, dengan pertumbuhan nilai transaksi (GMV) mencapai 51 persen dan kontribusi penjualan dari affiliate naik 63 persen. Capaian ini sekaligus menegaskan peran penting strategi konten dalam memperkuat daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 mencapai 5,76 miliar dolar AS atau sekitar Rp96,7 triliun, seiring meningkatnya peran konten sebagai pintu utama transaksi digital.
"Seiring tren konten menjadi penggerak utama dalam perdagangan, kekuatan penemuan TikTok berperan penting dalam membantu pengguna menemukan produk dengan cara yang lebih menarik," ujar Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo seperti dikutip Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: TikTok Shop dan Tokopedia Kolaborasi Dorong Aktivitas Ekonomi selama Ramadan
Ia menjelaskan integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengelola operasional secara lebih efisien melalui pusat penjual terintegrasi, sekaligus menjangkau konsumen lewat kombinasi konten dan marketplace yang mendorong pertumbuhan bisnis.
Sepanjang periode Ramadan, siaran LIVE di kedua platform tersebut ditonton hingga 38 miliar kali dan mampu mendorong lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat, mencerminkan perubahan perilaku belanja masyarakat ke arah discovery e-commerce.
Sejumlah brand lokal memanfaatkan tren ini, termasuk MOELL OFFICIAL yang bergerak di produk ibu dan bayi. Perusahaan tersebut mengandalkan strategi bundling produk dengan harga kompetitif serta kolaborasi dengan affiliate content creator untuk meningkatkan daya tarik dan relevansi pemasaran.
"Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memaksimalkan potensi, mulai dari fitur LIVE, jaringan affiliate, hingga solusi iklan terintegrasi," kata pendiri MOELL OFFICIAL, Uung Victoria Finky.
Baca Juga: Eksistensi E-Commerce dan Kinerja Inflasi
Pendekatan berbasis data dan pemanfaatan konten tersebut mendorong kinerja signifikan, dengan pertumbuhan nilai transaksi (GMV) mencapai 51 persen dan kontribusi penjualan dari affiliate naik 63 persen. Capaian ini sekaligus menegaskan peran penting strategi konten dalam memperkuat daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital.
(nng)
Lihat Juga :