Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius

Minggu, 12 April 2026 - 07:55 WIB
loading...
Hindari Timur Tengah,...
Kapal-kapal dari Seluruh Dunia Kini Mengisi Bahan Bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Mauritius. FOTO/AP
A A A
PORT LOUIS - Negara kepulauan Mauritius kini menjadi lokasi pengisian bahan bakar yang semakin populer bagi kapal kargo komersial yang menghindari kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut. Perubahan rute pelayaran global ini terjadi seiring meningkatnya risiko keamanan yang memaksa operator kapal mencari jalur alternatif yang lebih aman di sepanjang Samudra Hindia.

"Bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi aktivitas sejumlah operator bunker, bisa saja muncul kendala dalam pasokan bahan bakar," ujar Juru Bicara Mauritius Ports Authority dikutip dari Bloomberg Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: AS Klaim 2 Kapal Perangnya Lewati Selat Hormuz, tapi Disangkal Iran

Berdasarkan data MPA, aktivitas pengisian bahan bakar atau bunkering di Pelabuhan Port Louis melonjak signifikan menjadi 294 kapal pada Maret 2026, naik 42% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 207 kapal. Peningkatan ini juga diikuti oleh volume bahan bakar yang disalurkan, yakni mencapai 109.708 ton dari angka sebelumnya sebesar 69.680 ton pada periode yang sama.



Penyesuaian rute pelayaran ini tidak hanya dipicu oleh faktor keamanan, tetapi juga dinamika permintaan minyak, gas, dan komoditas global yang terdampak gangguan pasokan dari Timur Tengah. Lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional turut menciptakan pola pengiriman yang tidak biasa, yang pada akhirnya mengubah peta titik pengisian ulang bahan bakar kapal di berbagai belahan dunia.

Mauritius yang terletak strategis di antara Asia dan ujung selatan Afrika sebelumnya telah mencatatkan pertumbuhan penjualan bahan bakar hingga satu juta ton pada 2025. Tren ini terus menguat sejak kapal-kapal mulai menghindari serangan di Laut Merah dan memilih memutar melewati Tanjung Harapan, yang juga berdampak pada peningkatan aktivitas di Pelabuhan Walvis Bay, Namibia.

Baca Juga: Menakar Risiko Besar Menahan Harga BBM Terlalu Lama: Beban Fiskal Makin Berat

Hingga saat ini, pemasok bahan bakar dan perusahaan minyak di Port Louis dilaporkan masih mampu memenuhi lonjakan permintaan tersebut berkat kapasitas penyimpanan yang memadai. Sebagian besar distribusi bahan bakar dilakukan melalui mekanisme kapal tongkang terapung untuk menjaga efisiensi operasional di tengah kepadatan lalu lintas laut.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak otoritas pelabuhan telah menyiapkan fasilitas penyimpanan tambahan yang tertuang dalam rencana induk pembangunan. Lahan untuk proyek perluasan ini telah disiapkan guna memastikan Mauritius tetap mampu melayani kebutuhan energi bagi armada pelayaran internasional yang terus meningkat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Infografis
Sepasang Pesawat Pengebom...
Sepasang Pesawat Pengebom Nuklir AS Berkeliaran di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved