Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari

Minggu, 12 April 2026 - 09:14 WIB
loading...
Serangan Iran Pangkas...
Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi telah memangkas kapasitas produksi. FOTO/Arab News
A A A
RIYADH - Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi telah memangkas kapasitas produksi kerajaan tersebut sebesar 600.000 barel per hari serta merusak jalur pipa krusial yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Merah. Kondisi ini memperparah krisis pasokan energi global yang kini mulai mengguncang stabilitas pasar pupuk dunia di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

"Jika konflik berlanjut, petani akan mengurangi luas tanam atau penggunaan pupuk, yang pada akhirnya dapat menurunkan hasil panen dan mendorong harga pangan lebih tinggi," tulis laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Baca Juga: Jet Tempur Pakistan Kini Ikut Jaga Wilayah Saudi, Riyadh Mulai Tak Lagi Percaya AS?

Laporan Bloomberg yang mengutip Kantor Berita Saudi (SPA) menyebutkan bahwa serangan terhadap fasilitas produksi di Manifa dan Khurais menjadi penyebab utama merosotnya angka produksi harian tersebut. Selain itu, serangan terpisah yang menargetkan stasiun pompa di jalur pipa East-West turut memangkas arus distribusi sebesar 700.000 barel per hari, padahal jalur ini merupakan rute alternatif vital menuju terminal Yanbu untuk menghindari blokade di Selat Hormuz.



Dampak dari gangguan keamanan di kawasan Teluk ini sangat terasa pada pergerakan harga komoditas energi internasional. Harga minyak mentah WTI dilaporkan melonjak lebih dari 3 persen ke level USD97,87 per barel, sementara jenis Brent merangkak naik ke posisi USD95,92 per barel, menyusul terhentinya produksi sekitar 13 juta barel per hari dari para produsen di kawasan Teluk.

Baca Juga: Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius

Ironisnya, eskalasi serangan ini tetap terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran baru saja diumumkan pada 7 April 2026. Situasi semakin keruh setelah Kuwait melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) baru yang menyasar infrastruktur minyak dan listrik mereka, yang mengindikasikan rapuhnya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Di sektor pangan, FAO mencatat indeks harga pangan global telah naik 2,4% secara bulanan, menandai kenaikan dalam dua bulan berturut-turut. Kenaikan harga energi yang tidak terkendali secara langsung mengerek biaya produksi input pertanian, terutama pupuk nitrogen yang harganya telah melambung hingga 32,4% sejak konflik bermula.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Rekomendasi
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved