Pasar Aset Digital Paling Dinamis di Asia, 2 Investor Global Tanam Investasi di CAEX Vietnam

Minggu, 12 April 2026 - 21:41 WIB
loading...
Pasar Aset Digital Paling...
Kedua investor global bergabung sebagai mitra strategis bersama pemegang saham pendiri VPBank Securities dan LynkiD, untuk mendukung pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kedua investor global bergabung sebagai mitra strategis bersama pemegang saham pendiri VPBank Securities dan LynkiD, menggabungkan keahlian keuangan dan teknologi domestik dengan kapabilitas aset digital global untuk mendukung pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam.

Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange Joint Stock Company (CAEX) mengumumkan bahwa OKX Ventures dan HashKey Capital, dana investasi fintech di bawah HashKey, telah menandatangani perjanjian investasi dan bergabung sebagai mitra strategis. Kedua entitas ini bergabung dengan pemegang saham pendiri VPBank Securities (VPBankS) dan LynkiD dalam struktur kepemilikan CAEX.

OKX Ventures dan HashKey Capital, bersama dengan pemegang saham lainnya, akan menyetorkan modal pada bulan April untuk membantu CAEX memenuhi persyaratan minimum modal dasar sebesar VND 10 triliun (setara USD380 juta) - ambang batas yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam program pilot perdagangan aset kripto teregulasi di Vietnam.

Memperkuat Kemitraan Institusional dan Ekosistem

VPBank Securities, bagian dari ekosistem Vietnam Prosperity Joint Stock Commercial Bank (VPBank), tetap menjadi pemegang saham pendiri dan mitra strategis CAEX, berkontribusi dalam kapasitas keuangan, keahlian tata kelola, dan pengalaman investasi kepada bursa ini.

LynkiD, perusahaan teknologi dalam ekosistem perbankan yang sama, juga melanjutkan perannya sebagai pemegang saham pendiri dengan mendukung sistem identitas digital, desain pengalaman pengguna (user experience), dan infrastruktur inti platform untuk memungkinkan operasional yang aman dan efisien.

Baca Juga: Bursa Kripto OKX Masuk Pasar Amerika Serikat

Kolaborasi ini mempertemukan keahlian keuangan dan teknologi domestik dengan kapabilitas aset digital global, guna mendukung pengembangan dan kepatuhan regulasi CAEX. Sebagai mitra strategis dan pemegang saham, HashKey Capital dan OKX Ventures akan terlibat dalam berbagai area termasuk infrastruktur teknis, keamanan siber (cybersecurity), kerangka kepatuhan, sistem manajemen risiko, serta konektivitas likuiditas, sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku di Vietnam.

Berdasarkan ketentuan program pilot, setidaknya 65 persen dari modal dasar harus berasal dari investor institusional seperti bank, perusahaan sekuritas, atau perusahaan teknologi, sementara kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen. Besaran saham masing-masing investor tidak diungkapkan secara rinci.

Vietnam: Pasar Aset Digital Paling Dinamis di Asia

Vietnam menempati peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis 2025. Negara ini memiliki lebih dari 20 juta pengguna kripto -sekitar satu dari lima penduduknya- dan mencatat transaksi aset digital senilai sekitar USD220 miliar dalam 12 bulan hingga Juni 2025.

Pemerintah Vietnam tengah meluncurkan kerangka regulasi komprehensif melalui program pilot yang menetapkan persyaratan ketat bagi calon penyelenggara bursa kripto, dirancang untuk membangun infrastruktur perdagangan yang aman, transparan, dan sesuai standar internasional.

“Kami yakin kerja sama dengan OKX Ventures dan HashKey akan memungkinkan CAEX untuk mengakses dan mengoperasikan platform perdagangan aset kripto yang sesuai dengan standar internasional. CAEX berkomitmen membangun bursa yang transparan, aman, dan mudah diakses, di mana setiap investor dapat berpartisipasi, membuka peluang, dan menikmati pengalaman dinamis di era aset digital," ujar Chairman dan CEO CAEX, Nguyen Hong Trung.

Baca Juga: OKX Gelar Kompetisi Trading Kripto

“Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis untuk aset digital, dengan adopsi pengguna yang kuat dan langkah jelas menuju kerangka regulasi yang teratur. Kemitraan kami dengan CAEX mencerminkan misi kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tepercaya bagi masyarakat untuk bertransaksi kripto. Kami bangga mendukung pengembangan platform yang aman dan patuh untuk komunitas aset digital Vietnam yang terus berkembang," lanjut Netero Dai, Vice President OKX Global Markets

“Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis dan berpotensi tinggi di Asia. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi generasi berikutnya dari perusahaan aset kripto yang sepenuhnya berlisensi. Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan CAEX untuk berbagi visi jangka panjang kami tentang kepatuhan, transparansi, keberlanjutan, dan kepercayaan pasar secara menyeluruh," ungkap Ru Haiyang, CEO HashKey Exchange Business Group

Dampak bagi Ekosistem Kripto Asia Tenggara

Investasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi OKX di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu pasar kripto terbesar di kawasan ini. Langkah OKX Ventures di Vietnam menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital yang berkelanjutan dan teregulasi di seluruh kawasan.

Indonesia sendiri telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi kripto, dengan jutaan pengguna aktif dan kerangka regulasi yang terus berkembang di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Investasi strategis OKX di Vietnam diharapkan turut memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekosistem kripto yang teregulasi di seluruh Asia Tenggara.

HashKey sendiri terus memperluas kehadirannya di Asia setelah menggalang dana sebesar USD206 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) di papan utama Bursa Efek Hong Kong pada Desember 2025 pencatatan pertama oleh perusahaan kripto di papan utama bursa tersebut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
Perang Fintech 2026...
Perang Fintech 2026 Makin Panas: DOKU dan 2C2P Buka Jalur Tol Pembayaran Lintas Negara
Rekomendasi
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Berita Terkini
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Infografis
SAF, Militer dengan...
SAF, Militer dengan Angkatan Udara Paling Kuat di Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved