Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?
Senin, 13 April 2026 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri mengatakan dua kapal yang merupakan milik Pertamina itu sudah memiliki sinyal untuk keluar dari Selat Hormuz. Namun diplomasi antara negara masih tetap dilakukan antara Indonesia dan Iran untuk mengeluarkan kapal tersebut.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Dikutip dari media sosial resmi PIS, 2 kapal masih berada di Teluk Arab hingga 12 Maret 2026, dimana dua kapal tanker PIS, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro belum dapat melewati Selat Hormuz. Seluruh kapal dan kru dalam kondisi aman.
Dijelaskan kapal tanker Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina). Sementara pada 10 Maret 2026, PIS Paragon dan PIS Rinjani yang juga melayani mitra pihak ketiga telah lebih dulu keluar dari area Timur Tengah tepatnya Teluk Oman, tanpa melalui Selat Hormuz.
Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung angkutan energi dalam negeri, sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi nasional.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga sempat angkat suara mengenai nasib kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Saat ini, kondisi Selat Hormuz sedang tidak biasa. Ia menekankan ada protokol ketat yang ditetapkan oleh penjaga keamanan dan tentara Iran di Selat Hormuz.
"Dan pada masa perang ini tentunya juga ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait lewatnya kapal-kapal dari Selat Hormuz. Di antaranya adalah bernegosiasi dengan pihak terkait, pihak penjaga keamanan dari Republik Islam Iran, yang semuanya harus melalui protokol tersebut," tambahnya.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Dikutip dari media sosial resmi PIS, 2 kapal masih berada di Teluk Arab hingga 12 Maret 2026, dimana dua kapal tanker PIS, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro belum dapat melewati Selat Hormuz. Seluruh kapal dan kru dalam kondisi aman.
Dijelaskan kapal tanker Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina). Sementara pada 10 Maret 2026, PIS Paragon dan PIS Rinjani yang juga melayani mitra pihak ketiga telah lebih dulu keluar dari area Timur Tengah tepatnya Teluk Oman, tanpa melalui Selat Hormuz.
Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung angkutan energi dalam negeri, sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi nasional.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga sempat angkat suara mengenai nasib kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Saat ini, kondisi Selat Hormuz sedang tidak biasa. Ia menekankan ada protokol ketat yang ditetapkan oleh penjaga keamanan dan tentara Iran di Selat Hormuz.
"Dan pada masa perang ini tentunya juga ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait lewatnya kapal-kapal dari Selat Hormuz. Di antaranya adalah bernegosiasi dengan pihak terkait, pihak penjaga keamanan dari Republik Islam Iran, yang semuanya harus melalui protokol tersebut," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :