Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?
Senin, 13 April 2026 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS Lipat Gandakan Asuransi Kapal di Selat Hormuz Jadi Rp679 Triliun
Meski Selat Hormuz mulai dibuka, aksesnya masih sangat terbatas. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintas hanya sekitar 12 kapal per hari.
Sebagai informasi sebelum perang pecah, Selat Hormuz melayani sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia. Penutupannya sejak awal konflik telah mengguncang ekonomi global ke dalam pusaran krisis dan membuat harga minyak meroket.
Berita pembukaan selat ini, meskipun dengan sistem "gerbang tol" kripto, langsung direspons positif oleh pasar. Harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan setelah sempat bertahan di level tinggi. Namun, para analis mengingatkan bahwa keterbatasan kuota kapal belum cukup untuk memulihkan stabilitas pasokan energi secara total dalam waktu singkat.
Bahlil mengatakan setidaknya ada 2 kapal milik Pertamina yang saat ini belum dapat melewati selat Hormuz, yakni kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. "Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sementara pada kesempatan berbeda, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi intensif bersama Kementerian Luar Negeri untuk mengeluarkan dua kapal tersebut.
"Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujarnya dalam keterangan resmi.
Vega menegaskan upaya diplomasi tetap memprioritaskan pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Ia juga meminta dukungan masyarakat agar kedua kapal bisa segera keluar dari Selat Hormuz.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," ujarnya.
Meski Selat Hormuz mulai dibuka, aksesnya masih sangat terbatas. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintas hanya sekitar 12 kapal per hari.
Sebagai informasi sebelum perang pecah, Selat Hormuz melayani sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia. Penutupannya sejak awal konflik telah mengguncang ekonomi global ke dalam pusaran krisis dan membuat harga minyak meroket.
Berita pembukaan selat ini, meskipun dengan sistem "gerbang tol" kripto, langsung direspons positif oleh pasar. Harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan setelah sempat bertahan di level tinggi. Namun, para analis mengingatkan bahwa keterbatasan kuota kapal belum cukup untuk memulihkan stabilitas pasokan energi secara total dalam waktu singkat.
Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?
Lantas bagaimanakah nasib kapal tanker Indonesia yang masih terjebak dan belum bisa melalui selat Hormuz. Sebelumnya pada akhir pekan kemarin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini Pemerintah masih berupaya berkomunikasi agar kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) bisa melalui selat Hormuz.Bahlil mengatakan setidaknya ada 2 kapal milik Pertamina yang saat ini belum dapat melewati selat Hormuz, yakni kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. "Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sementara pada kesempatan berbeda, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi intensif bersama Kementerian Luar Negeri untuk mengeluarkan dua kapal tersebut.
"Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujarnya dalam keterangan resmi.
Vega menegaskan upaya diplomasi tetap memprioritaskan pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Ia juga meminta dukungan masyarakat agar kedua kapal bisa segera keluar dari Selat Hormuz.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," ujarnya.
Lihat Juga :