Sistem Tol Selat Hormuz Iran Tantang Hegemoni Petrodolar di Tengah Lonjakan Inflasi AS

Senin, 13 April 2026 - 18:03 WIB
loading...
Sistem Tol Selat Hormuz...
Pemberlakuan sistem tol oleh Iran di Selat Hormuz yang mewajibkan pembayaran dalam mata uang yuan atau kripto memicu ketidakpastian baru terhadap masa depan perdagangan minyak dengan petrodolar. FOTO/Yahoo Finance
A A A
JAKARTA - Pemberlakuan sistem tol oleh Iran di Selat Hormuz yang mewajibkan pembayaran dalam mata uang yuan atau kripto memicu ketidakpastian baru terhadap masa depan perdagangan minyak berdenominasi dolar AS atau petrodolar. Langkah ini memperumit konstelasi ekonomi global, terutama saat AS sedang berjuang menghadapi tekanan inflasi yang kembali melonjak di atas target.

"Penguasaan berkelanjutan Iran atas selat tersebut merupakan kemunduran strategis bagi Amerika Serikat, namun gagasan bahwa petrodolar akan segera mati dan digantikan petroyuan masih terlalu jauh dari kenyataan," ujar Kepala Analis Geopolitik Alpine Macro, Dan Alamariu, dalam laporan analisisnya dikutip dari Yahoo Finance, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel

Sejak akhir Maret, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mewajibkan setiap kapal tanker yang melintasi jalur logistik energi vital tersebut membayar sekitar USD1 per barel minyak mentah yang diangkut. Bagi kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), biaya sekali melintas bisa mencapai USD2 juta yang harus dibayar melalui yuan Tiongkok atau stablecoin seperti Tether guna menghindari sistem perbankan konvensional.

Ironisnya, meski Iran menolak penggunaan dolar AS secara langsung, stablecoin yang diterima justru dipatok satu banding satu dengan nilai mata uang tersebut. Para analis menyebut fenomena ini sebagai "bayangan digital dolar" di mana teknologi blockchain digunakan untuk mengelak dari rezim sanksi finansial Washington yang selama ini menjadi instrumen utama kekuatan ekonomi Negeri Paman Sam.



Ketegangan di Selat Hormuz ini terjadi di tengah latar belakang makroekonomi AS yang memburuk, di mana inflasi pada Maret melonjak tajam menjadi 3,3 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat bank sentral AS, Federal Reserve, berada dalam posisi sulit dan dinilai tidak mampu memangkas suku bunga setelah inflasi melampaui target selama 60 bulan berturut-turut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved