Sistem Tol Selat Hormuz Iran Tantang Hegemoni Petrodolar di Tengah Lonjakan Inflasi AS

Senin, 13 April 2026 - 18:03 WIB
loading...
A A A
Ketua Rockefeller International, Ruchir Sharma, menilai ruang gerak Federal Reserve saat ini sangat terbatas untuk melakukan intervensi ekonomi. Ia menyebut bahwa dalam kondisi guncangan ekonomi biasanya bank sentral akan segera memberikan stimulus, namun kali ini respons tersebut sulit terwujud mengingat tingginya tekanan harga konsumen dan ketidakpastian jalur distribusi energi.

Baca Juga: Trump Ancam Gebuk China dengan Tarif 50% Jika Kirim Senjata ke Iran

Senada dengan hal tersebut, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan bahwa konflik di wilayah tersebut dapat menghasilkan kejutan harga komoditas yang signifikan dan berkelanjutan. Dampak kenaikan biaya energi ini dikhawatirkan akan merembet ke seluruh rantai pasok, mulai dari bahan bakar hingga pupuk, yang pada akhirnya memicu inflasi yang lebih melekat (sticky inflation).

Meski sistem tol Iran dianggap sebagai ancaman bagi dominasi finansial AS, para analis memperkirakan negara-negara di kawasan Teluk justru memiliki insentif lebih kuat untuk mempererat hubungan dengan Washington. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran regional terhadap dominasi Teheran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20 persen pasokan minyak dan gas laut dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved