Krisis Selat Hormuz, Penjualan Minyak Saudi ke China Diramal Anjlok 50%

Selasa, 14 April 2026 - 22:08 WIB
loading...
Krisis Selat Hormuz,...
Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 terdampak perang di Iran. FOTO/Reuters
A A A
RIYADH - Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 seiring terganggunya jalur pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Penutupan efektif Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak global menjadi faktor utama penurunan tersebut.

"Penjualan minyak mentah Saudi ke China diperkirakan hanya sekitar 20 juta barel pada Mei, turun dari sekitar 40 juta barel pada April," ujar sejumlah pedagang yang mengetahui rencana pengapalan tersebut dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari

Penurunan pengiriman ini mencerminkan dampak langsung dari gangguan distribusi energi global akibat perang Iran, yang menghambat arus minyak melalui Selat Hormuz jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Kondisi tersebut memaksa eksportir untuk menyesuaikan alokasi pasokan, termasuk ke pasar utama seperti China.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Rekomendasi
Luke Vickery Resmi Jadi...
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Selain Bobby Rizaldi,...
Selain Bobby Rizaldi, Tenaga Ahli hingga Dirjen PKN BPK juga Diperiksa KPK terkait Kasus Bupati Muara Enim
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved