Krisis Selat Hormuz, Penjualan Minyak Saudi ke China Diramal Anjlok 50%

Selasa, 14 April 2026 - 22:08 WIB
loading...
A A A
Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar dunia menghadapi keterbatasan jalur alternatif untuk menjaga volume ekspor. Meski memiliki pelabuhan Yanbu di Laut Merah, kapasitas pengiriman melalui rute tersebut tidak mampu sepenuhnya menggantikan distribusi yang sebelumnya bergantung pada Teluk Persia.

Situasi ini diperparah oleh kebijakan penyesuaian harga jual resmi minyak mentah Arab Saudi yang mencapai level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh ketatnya pasokan global akibat konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Baca Juga: Iran Ungkap Kerugian akibat Serangan AS-Israel Diperkirakan Sekitar Rp4.630 Triliun

Di sisi lain, eskalasi geopolitik turut meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz, yang berpotensi menghentikan seluruh lalu lintas kapal yang keluar-masuk wilayah tersebut. Ketidakpastian ini berdampak pada volatilitas harga minyak acuan seperti Dubai dan Oman, yang menjadi referensi utama dalam penetapan harga minyak Saudi. Fluktuasi harga semakin tajam seiring terbatasnya ketersediaan pasokan di pasar global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Rekomendasi
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Kubu Dokter Tifa Desak JPU Serahkan BAP Ahli dan Daftar Barbuk
Menko PM: SDM Unggul...
Menko PM: SDM Unggul dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved