Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Kamis, 26 Maret 2026 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Sektor petrokimia dan plastik turut terdampak akibat kenaikan harga bahan baku. Harga polimer dilaporkan melonjak tajam dari sekitar 1.100 dolar AS menjadi 1.700 dolar AS per ton dalam waktu singkat, seiring terganggunya pasokan global.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia Fajar Budiono menyebut utilisasi industri saat ini berada di kisaran 70 persen. Ia memperingatkan tekanan lebih besar berpotensi muncul setelah periode libur, ketika dampak gangguan pasokan semakin terasa.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia Yusri Usman menilai pemerintah menghadapi dilema antara memenuhi kebutuhan domestik dan menjaga komitmen ekspor energi.
Menurut dia, tanpa tambahan pasokan gas pipa baru hingga beberapa tahun ke depan, Indonesia akan semakin bergantung pada impor LNG yang berbiaya tinggi. “Penyesuaian ekspor tidak bisa dilakukan sembarangan karena terikat kontrak jangka panjang dengan konsekuensi hukum dan finansial,” ujarnya.
Kondisi ini diperkirakan akan terus menekan daya saing industri nasional jika tidak diimbangi kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan energi dengan harga yang kompetitif serta stabilitas pasokan dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia Fajar Budiono menyebut utilisasi industri saat ini berada di kisaran 70 persen. Ia memperingatkan tekanan lebih besar berpotensi muncul setelah periode libur, ketika dampak gangguan pasokan semakin terasa.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia Yusri Usman menilai pemerintah menghadapi dilema antara memenuhi kebutuhan domestik dan menjaga komitmen ekspor energi.
Menurut dia, tanpa tambahan pasokan gas pipa baru hingga beberapa tahun ke depan, Indonesia akan semakin bergantung pada impor LNG yang berbiaya tinggi. “Penyesuaian ekspor tidak bisa dilakukan sembarangan karena terikat kontrak jangka panjang dengan konsekuensi hukum dan finansial,” ujarnya.
Kondisi ini diperkirakan akan terus menekan daya saing industri nasional jika tidak diimbangi kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan energi dengan harga yang kompetitif serta stabilitas pasokan dalam negeri.
(nng)
Lihat Juga :