Dunia Krisis Energi, Ditjen Migas ESDM Sebut BOBIBOS Bisa Jadi Solusi Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB
loading...
Dunia Krisis Energi,...
Audiensi antara tim BOBIBOS dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM, di Jakarta, Senin (13/4/2026). FOTO/Dwinarto
A A A
JAKARTA - Di tengah ancaman krisis energi global, inovasi bahan bakar alternatif dalam negeri mulai dilirik serius pemerintah. Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (BOBIBOS) kini masuk radar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara tim BOBIBOS dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM, Senin (13/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, BOBIBOS mendapat lampu hijau untuk melangkah ke tahap uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Dirjen Migas Tetapkan Izin Impor BBM per 6 Bulan, Kuota SPBU Swasta Ditambah 10%

Founder BOBIBOS Iklas Thamrin mengungkapkan pihaknya telah melakukan serangkaian uji internal sebelum masuk ke tahap pengujian pemerintah. Hasilnya, bahan bakar ini diklaim memiliki performa menjanjikan. "Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel bahkan truk. Emisinya nol dan lebih irit," ujar Iklas dalam pemaparannya.



Tak hanya soal performa, BOBIBOS juga membawa misi ekonomi kerakyatan. Pembina BOBIBOS Mulyadi menjelaskan bahan bakar ini berasal dari jerami, limbah pertanian yang selama ini kerap dibakar dan tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. "Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun bernilai ekonomi," kata Mulyadi.

Ia menilai, inovasi ini berpotensi memberikan dampak luas bagi Indonesia, mulai dari menekan impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi polusi dari bahan bakar fosil. "Yang paling penting, ini juga membuka lapangan pekerjaan baru," tegasnya.

Baca Juga: Muncul Produk BBM Baru Bobibos Buatan Anak Bangsa, Dirjen Migas: Belum Disertifikasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman menyambut positif inovasi tersebut. Ia menilai Indonesia membutuhkan terobosan energi alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bensin impor. "Ini bisa menjadi salah satu solusi. Nanti akan dilakukan uji pada kendaraan mobil dan motor, kita fokuskan di sana," jelas Laode.

Untuk mempercepat proses, Laode menunjuk Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, untuk memimpin tim teknis bersama perwakilan BOBIBOS dalam menyusun kebutuhan uji coba. Selain itu, pemerintah mengingatkan pentingnya pemenuhan aspek perizinan lintas kementerian, terutama terkait izin edar dan komersialisasi produk. Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Balai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS) Halim Sariwardana, Direktur Bioenergi Edi Wibowo dan perwakilan Ditjen EBTKE Prof Eniya Listiani Dewi.

Dengan dimulainya tahap pengujian resmi, BOBIBOS kini selangkah lebih dekat untuk membuktikan diri sebagai energi alternatif karya anak bangsa di tengah tantangan krisis energi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Utusan Putin: Tsunami...
Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Dunia Hadapi Ancaman...
Dunia Hadapi Ancaman Keamanan Energi Terbesar dalam Sejarah
Rekomendasi
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Berita Terkini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved