Tagihan Kerusakan Perang AS-Iran Tembus Rp987 Triliun, 5 Negara Arab Dituntut Ganti Rugi

Jum'at, 17 April 2026 - 08:30 WIB
loading...
A A A
Iran menghadapi kerusakan paling luas, dengan potensi biaya perbaikan yang harus dikeluarkan mencapai USD19 miliar di seluruh infrastruktur pengolahan gas, kilang, dan ekspor. Sementara itu dampak di Qatar diperkirakan kerusakan terkonsentrasi di pusat LNG Ras Laffan. Perbaikan di sini dianggap sangat kompleks karena bersamaan dengan proyek ekspansi kapasitas yang sedang berjalan.

Iran Tuntut Ganti Rugi dari 5 Negara Arab

Di tengah puing kehancuran, ketegangan diplomatik baru muncul. Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani menyatakan, bahwa Teheran berencana menuntut kompensasi dari lima negara tetangga yakni Bahrain, Yordania, Qatar, UEA, dan Arab Saudi.

Teheran menuduh kelima negara arab tersebut sebagai "rekan" dalam serangan AS dan Israel. "Negara-negara tersebut telah melanggar kewajiban mereka terhadap Iran," ujar Iravani. Langkah ini berpotensi memicu keretakan baru dalam hubungan regional di Timur Tengah pasca-perang.

Baca Juga: AS Blokade Total Selat Hormuz, Perdagangan Iran via Laut Diklaim Lumpuh 36 Jam

Sementara itu kerusakan bukan hanya terjadi di kilang minyak, tapi fasilitas publik dan rumah warga turut menjadi sasaran. Laporan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mencatat skala kehancuran sipil yang masif mencapai 100.000 rumah tinggal rusak berat atau hancur total.

339 fasilitas medis dan lebih dari 800 sekolah terdampak. Pada infrastruktur logistik yang juga terkena serangan atau efeknya adalah depot bahan bakar, bandara, dan pesawat sipil, melumpuhkan transportasi dan layanan publik.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Rekomendasi
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved