Tagihan Kerusakan Perang AS-Iran Tembus Rp987 Triliun, 5 Negara Arab Dituntut Ganti Rugi

Jum'at, 17 April 2026 - 08:30 WIB
loading...
Tagihan Kerusakan Perang...
Laporan terbaru dari firma riset energi Rystad Energy menyebutkan, bahwa total biaya perbaikan infrastruktur di Timur Tengah melonjak drastis hingga menyentuh angka USD58 miliar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimulai pada 8 April lalu mengungkap tabir kerusakan yang jauh lebih mengerikan dari perkiraan semula. Laporan terbaru dari firma riset energi Rystad Energy menyebutkan, bahwa total biaya perbaikan infrastruktur di Timur Tengah melonjak drastis hingga menyentuh angka USD58 miliar (setara Rp987,5 triliun dengan kurs Rp17.026 per USD).

Sektor energi menjadi korban paling parah, di mana kerusakan fasilitas minyak dan gas saja diprediksi mencapai USD50 miliar (Rp851 triliun). Angka ini naik dua kali lipat lebih dari proyeksi awal tiga minggu lalu yang hanya sebesar USD25 miliar (Rp425 triliun).

Masalah utama yang dihadapi dunia saat ini bukan sekadar soal uang, melainkan keterbatasan kapasitas global untuk memasok peralatan teknis dan jasa teknik khusus. Krisis ini diprediksi akan menunda pemulihan produksi energi global selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Iran Pertimbangkan Pelonggaran Pembatasan Selat Hormuz

"Pekerjaan perbaikan ini tidak menciptakan kapasitas baru. Ia justru menyedot kapasitas yang ada, yang dampaknya akan terasa pada penundaan proyek dan kenaikan inflasi jauh di luar wilayah Timur Tengah," tegas analis senior Rystad, Karan Satwani.

Disebutkan juga olehnya bahwa rata-rata pengeluaran untuk perbaikan ada dikisaran USD46 miliar, dengan aset hilir pengolahan dan petrokimia menyumbang sebagian terbesar karena skala dan kompleksitas kerusakannya. Fasilitas industri, listrik, dan desalinasi bisa menambah biaya pemulihan sebesar USD3 miliar hingga USD8 miliar, dengan jadwal pemulihan yang berbeda-beda antar aset dan negara karena perbedaan kapasitas pelaksanaan dan kendala rantai pasokan.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved