QRIS Tembus Global, Industri Pembayaran Digital Masuk Fase Integrasi dan Kolaborasi
Jum'at, 17 April 2026 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Iwan, BNPL menjadi salah satu motor utama pertumbuhan industri pembiayaan digital. Bahkan, dalam periode tertentu, pertumbuhan layanan ini dapat mencapai lebih dari 50% hingga 70% secara tahunan angka yang jauh melampaui pertumbuhan sektor ritel konvensional.
Tingginya pertumbuhan tersebut tidak lepas dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan solusi pembiayaan digital yang cepat dan praktis. Model BNPL memungkinkan pengguna mengakses pembiayaan secara instan tanpa proses yang rumit seperti pada skema konvensional.
Salah satu kunci efisiensi dalam model ini adalah penerapan proses end-to-end digital. Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi identitas melalui KTP dan face recognition, penilaian kredit, hingga pemberian limit pembiayaan, dapat dilakukan secara otomatis dalam hitungan menit.
“Di sinilah sistem pembayaran digital menjadi sangat krusial, karena mendukung proses transaksi yang seamless dan real-time,” jelasnya.
Selain mempercepat proses, sistem pembayaran juga berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan. Model BNPL dinilai mampu menjangkau segmen masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan (unbanked dan underbanked), karena tidak selalu mensyaratkan dokumen formal seperti slip gaji.
Dari sisi operasional, efisiensi juga didorong oleh integrasi sistem yang memungkinkan otomatisasi proses bisnis, mulai dari onboarding hingga pembayaran kembali (repayment). Hal ini memudahkan perusahaan dalam memantau portofolio pembiayaan serta mengelola risiko secara lebih efektif.
Meski pertumbuhannya agresif, Iwan menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama. Pengelolaan risiko, termasuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF), menjadi fokus agar pertumbuhan industri tetap sehat dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan yang tinggi harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik agar industri bisa berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara teknologi, integrasi sistem pembayaran, dan pengelolaan risiko yang disiplin, industri pembiayaan digital diyakini akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Dengan kemampuan dan kehandalan yang dimiliki menjadikan Finpay siap menjadi integrasi pembayaran digital untuk mendorong efisiensi operasional, termasuk pada model Buy Now Pay Later yang tumbuh pesat hingga 70% tahunan. Proses end-to-end digital memungkinkan verifikasi, credit scoring, dan pencairan dilakukan dalam hitungan menit. Sistem yang dimiliki Finpay juga memperluas inklusi keuangan bagi segmen unbanked.
Tingginya pertumbuhan tersebut tidak lepas dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan solusi pembiayaan digital yang cepat dan praktis. Model BNPL memungkinkan pengguna mengakses pembiayaan secara instan tanpa proses yang rumit seperti pada skema konvensional.
Salah satu kunci efisiensi dalam model ini adalah penerapan proses end-to-end digital. Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi identitas melalui KTP dan face recognition, penilaian kredit, hingga pemberian limit pembiayaan, dapat dilakukan secara otomatis dalam hitungan menit.
“Di sinilah sistem pembayaran digital menjadi sangat krusial, karena mendukung proses transaksi yang seamless dan real-time,” jelasnya.
Selain mempercepat proses, sistem pembayaran juga berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan. Model BNPL dinilai mampu menjangkau segmen masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan (unbanked dan underbanked), karena tidak selalu mensyaratkan dokumen formal seperti slip gaji.
Dari sisi operasional, efisiensi juga didorong oleh integrasi sistem yang memungkinkan otomatisasi proses bisnis, mulai dari onboarding hingga pembayaran kembali (repayment). Hal ini memudahkan perusahaan dalam memantau portofolio pembiayaan serta mengelola risiko secara lebih efektif.
Meski pertumbuhannya agresif, Iwan menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama. Pengelolaan risiko, termasuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF), menjadi fokus agar pertumbuhan industri tetap sehat dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan yang tinggi harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik agar industri bisa berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara teknologi, integrasi sistem pembayaran, dan pengelolaan risiko yang disiplin, industri pembiayaan digital diyakini akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Dengan kemampuan dan kehandalan yang dimiliki menjadikan Finpay siap menjadi integrasi pembayaran digital untuk mendorong efisiensi operasional, termasuk pada model Buy Now Pay Later yang tumbuh pesat hingga 70% tahunan. Proses end-to-end digital memungkinkan verifikasi, credit scoring, dan pencairan dilakukan dalam hitungan menit. Sistem yang dimiliki Finpay juga memperluas inklusi keuangan bagi segmen unbanked.
(akr)
Lihat Juga :