GAPMMI Dukung Langkah Menperin Amankan Bahan Baku Kemasan

Jum'at, 17 April 2026 - 22:17 WIB
loading...
GAPMMI Dukung Langkah...
Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku kemasan plastik di tengah tekanan rantai pasok global. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas industri makanan dan minuman serta ketahanan pangan nasional.

“Upaya pemerintah dalam mengintegrasikan industri hulu dan hilir merupakan langkah strategis agar seluruh ekosistem industri dapat saling menopang. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga industri makanan dan minuman tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global,” ujar Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman seperti dikutip, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Harga Plastik Dunia Cetak Rekor Usai Trump Perintahkan Blokade Laut Iran

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri hulu petrokimia hingga sektor hilir pada 16 April 2026, sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku.

GAPMMI menilai kemasan plastik merupakan komponen vital dalam sistem pangan nasional, bukan sekadar pelengkap produk. Keberadaannya berfungsi menjaga mutu dan keamanan pangan, memperpanjang masa simpan, serta memastikan kelancaran distribusi hingga ke konsumen di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Adhi, keberlanjutan pasokan kemasan secara langsung berkontribusi terhadap stabilitas produksi pangan. Tanpa dukungan kemasan yang memadai, risiko kerusakan produk meningkat, distribusi terganggu, dan pada akhirnya berpotensi melemahkan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik

GAPMMI juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara industri hulu dan hilir agar kesinambungan pasokan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh industri kecil dan menengah (IKM) yang dinilai paling rentan terhadap gejolak harga dan kelangkaan bahan baku.



Di tengah tantangan logistik global, termasuk peningkatan waktu pengiriman bahan baku dari sekitar 15 hari menjadi hingga 50 hari, pelaku industri mendorong adanya evaluasi serta relaksasi kebijakan yang adaptif dalam kondisi luar biasa. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan beban industri sekaligus menjaga keterjangkauan harga produk bagi masyarakat.

GAPMMI juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional melalui diversifikasi sumber bahan baku dan pengurangan ketergantungan impor. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, industri makanan dan minuman diharapkan tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negosiasi RI-AS Disambut...
Negosiasi RI-AS Disambut Pelaku Usaha Mamin, Kunci Keberlanjutan Industri dan Daya Saing Ekspor
Transformasi Data-Driven...
Transformasi Data-Driven Garudafood Perkuat Inovasi Berkelanjutan dan Keberlanjutan Bisnis
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis GAPMMI dan BPOM Wujudkan Transformasi Industri Pangan Nasional
Ekspor Mamin Indonesia...
Ekspor Mamin Indonesia ke AS Lebih Kompetitif Berkat Penurunan Tarif
Menggeliat di Tengah...
Menggeliat di Tengah Kondisi Makro Kurang Kondusif, GOOD Tebar Dividen Rp350,33 M
Drinktec 2025 Memacu...
Drinktec 2025 Memacu Lahirnya Inovasi Baru Industri Minuman dan Makanan Cair
Jurusan Manajemen Industri...
Jurusan Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi IPB, Mahasiswa Bisa Belajar Kuliner hingga Diet
Setelah 20 Tahun, Tays...
Setelah 20 Tahun, Tays Bakers Target Jadi 10 Besar pada 2025
Dinilai Rugikan Industri...
Dinilai Rugikan Industri Mamin Jatim, Ketua PB NU Minta Permenperin 03/2021 Ditata Ulang
Rekomendasi
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Berita Terkini
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved