Bantu Hadapi Lonjakan Biaya, Allianz Hadirkan Proteksi Kesehatan Terbaru
Sabtu, 18 April 2026 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk ketiga penyakit tersebut mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Sebagai contoh, dari 2020 hingga 2025, rata-rata biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat.
Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat dan bahkan untuk jantung melonjak hingga 3 kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian nasabah di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini. Untuk itu APM memberikan Batas Manfaat Tahunan Tambahan (Double Annual Limit) untuk 3 penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke).
Dengan manfaat tambahan yang baru ini, nasabah bisa mendapatkan perawatan yang lebih lengkap tanpa harus terlalu memikirkan biaya dan bisa fokus pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut.
Baca Juga: Raksasa Asuransi Ungkap Mayoritas Data Nasabah AS Dicuri dalam Serangan Siber
Bukan hanya untuk penyakit tahap lanjut, APM juga memberikan manfaat tambahan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan/atau demam tifoid (tipes) yang sering terjadi. Nasabah yang terdiagnosa penyakit tersebut namun direkomendasikan oleh dokter dilakukan rawat jalan (tidak perlu rawat inap) akan tetap dapat terlindungi oleh APM.
Allianz juga ingin mendukung nasabah yang sudah mulai membangun gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit. Bagi nasabah yang memiliki proteksi APM, mereka akan memiliki akses ke ekosistem kesehatan Allianz yang berisi berbagai penawaran menarik, seperti, wearable tech untuk olahraga, katering sehat, telekonsultasi medis, hingga MCU di rumah sakit rekanan Allianz. Semuanya dikurasi untuk membantu nasabah mempertahankan gaya hidup sehat yang dimiliki.
Dengan berbagai fitur yang dimiliki APM, Allianz Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman di tengah kondisi kehidupan yang penuh ketidakpastian.
Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat dan bahkan untuk jantung melonjak hingga 3 kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian nasabah di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini. Untuk itu APM memberikan Batas Manfaat Tahunan Tambahan (Double Annual Limit) untuk 3 penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke).
Dengan manfaat tambahan yang baru ini, nasabah bisa mendapatkan perawatan yang lebih lengkap tanpa harus terlalu memikirkan biaya dan bisa fokus pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut.
Baca Juga: Raksasa Asuransi Ungkap Mayoritas Data Nasabah AS Dicuri dalam Serangan Siber
Bukan hanya untuk penyakit tahap lanjut, APM juga memberikan manfaat tambahan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan/atau demam tifoid (tipes) yang sering terjadi. Nasabah yang terdiagnosa penyakit tersebut namun direkomendasikan oleh dokter dilakukan rawat jalan (tidak perlu rawat inap) akan tetap dapat terlindungi oleh APM.
Allianz juga ingin mendukung nasabah yang sudah mulai membangun gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit. Bagi nasabah yang memiliki proteksi APM, mereka akan memiliki akses ke ekosistem kesehatan Allianz yang berisi berbagai penawaran menarik, seperti, wearable tech untuk olahraga, katering sehat, telekonsultasi medis, hingga MCU di rumah sakit rekanan Allianz. Semuanya dikurasi untuk membantu nasabah mempertahankan gaya hidup sehat yang dimiliki.
Dengan berbagai fitur yang dimiliki APM, Allianz Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman di tengah kondisi kehidupan yang penuh ketidakpastian.
(akr)
Lihat Juga :