Dunia Kehilangan Produksi Minyak Rp856 Triliun Imbas Perang Iran, Dampaknya Bertahun-tahun
Senin, 20 April 2026 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: China Khawatir Jepang Jadi 'Israel di Asia', Apa Artinya?
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sempat menyatakan Selat Hormuz telah terbuka usai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Sementara, Presiden AS Donald Trump optimistis kesepakatan akhir perang Iran akan segera tercapai, meski waktunya belum jelas.
Namun, pemulihan produksi dan aliran diprediksi lambat. Inventori minyak darat global turun 45 juta barel pada April, sementara pemadaman produksi sejak akhir Maret capai 12 juta bph.
Lapangan minyak berat di Kuwait dan Irak butuh 4-5 bulan untuk normal, memperpanjang penarikan stok hingga musim panas, kata Johannes Rauball, analis senior Kpler. Kerusakan kilang dan kompleks LNG Ras Laffan Qatar berarti pemulihan infrastruktur energi kawasan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sempat menyatakan Selat Hormuz telah terbuka usai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Sementara, Presiden AS Donald Trump optimistis kesepakatan akhir perang Iran akan segera tercapai, meski waktunya belum jelas.
Namun, pemulihan produksi dan aliran diprediksi lambat. Inventori minyak darat global turun 45 juta barel pada April, sementara pemadaman produksi sejak akhir Maret capai 12 juta bph.
Lapangan minyak berat di Kuwait dan Irak butuh 4-5 bulan untuk normal, memperpanjang penarikan stok hingga musim panas, kata Johannes Rauball, analis senior Kpler. Kerusakan kilang dan kompleks LNG Ras Laffan Qatar berarti pemulihan infrastruktur energi kawasan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
(nng)
Lihat Juga :