Trump Sebut Sita Kapal-kapal Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih
Selasa, 21 April 2026 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Co-chief investment officer 7 Investment Management Shanti Kelemen menilai pasar mulai mengalami kelelahan akibat situasi yang tidak menentu. Menurut dia, pelaku pasar kini lebih menunggu tindakan nyata dibandingkan pernyataan politik.
Baca Juga: Pasar Minyak Global Kembali Terguncang, Taruhan Rp13 Triliun Terjadi Beberapa Menit Sebelum Pembukaan Selat Hormuz
Gejolak harga minyak turut berdampak pada pasar keuangan global. Indeks saham di AS bergerak terbatas, sementara bursa Eropa cenderung melemah. Sebaliknya, pasar Asia sempat mencatat penguatan di tengah volatilitas yang tinggi.
Sejak konflik memanas, harga minyak Brent sempat melonjak dari kisaran USD70 per barel hingga mendekati USD120 pada awal Maret. Kondisi ini memicu tekanan energi global, terutama di Asia yang sangat bergantung pada pasokan melalui Selat Hormuz.
Sejumlah negara mulai mengambil langkah penghematan energi, termasuk pembatasan penggunaan listrik dan penyesuaian operasional sektor transportasi. Badan Energi Internasional juga memperingatkan potensi gangguan pasokan bahan bakar, termasuk risiko pembatalan penerbangan jika krisis terus berlanjut.
Baca Juga: Pasar Minyak Global Kembali Terguncang, Taruhan Rp13 Triliun Terjadi Beberapa Menit Sebelum Pembukaan Selat Hormuz
Gejolak harga minyak turut berdampak pada pasar keuangan global. Indeks saham di AS bergerak terbatas, sementara bursa Eropa cenderung melemah. Sebaliknya, pasar Asia sempat mencatat penguatan di tengah volatilitas yang tinggi.
Sejak konflik memanas, harga minyak Brent sempat melonjak dari kisaran USD70 per barel hingga mendekati USD120 pada awal Maret. Kondisi ini memicu tekanan energi global, terutama di Asia yang sangat bergantung pada pasokan melalui Selat Hormuz.
Sejumlah negara mulai mengambil langkah penghematan energi, termasuk pembatasan penggunaan listrik dan penyesuaian operasional sektor transportasi. Badan Energi Internasional juga memperingatkan potensi gangguan pasokan bahan bakar, termasuk risiko pembatalan penerbangan jika krisis terus berlanjut.
(nng)
Lihat Juga :