MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Gaet Pengusaha China

Selasa, 21 April 2026 - 16:32 WIB
loading...
MBG Butuh 700 Juta Telur,...
Menambal kebutuhan pasokan ayam, telur ayam hingga susu untuk kepentingan program MBG, Kadin Indonesia menjajaki kesepakatan dengan sejumlah perusahaan asal China. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia menjajaki kesepakatan dengan sejumlah perusahaan asal China untuk menggarap hilirisasi industri unggas. Kerja sama ini ditujukan pula menambal kebutuhan pasokan ayam, telur ayam hingga susu untuk kepentingan program Makan Bergizi Gratis (MBG) .

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menekankan kerja sama ini memiliki urgensi yang penting demi mendukung keberlanjutan MBG. Saat ini, Indonesia masih belum dapat dibilang surplus pangan mulai dari telur hingga susu.

"Dalam perhitungan kami, program ini membutuhkan 24 juta telur per hari atau 700 juta telur lebih per bulan secara nasional," kata Anin dalam sesi pertemuan bisnis dengan gabungan pengusaha industri telur asal China di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Kadin Institute: Program MBG Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru di Daerah

Dia mencontohkan kebutuhan stok pangan untuk kebutuhan MBG di Provinsi Aceh. Dalam perhitungan Kadin yang juga memiliki dapur MBG di seluruh Indonesia, setidaknya diperlukan 600.000 telur per hari untuk kepentingan dapur-dapur MBG di Aceh.



"Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri," ujarnya.

Kerja sama kali ini merupakan terobosan bagi Kadin, terutama karena kerja sama bidang pangan memberikan efek yang sangat baik bagi ketahanan pangan negara," imbuhnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Program MBG 99,99% Berhasil

Seturut itu Anin mengutarakan, kebutuhan pasokan ayam potong juga mendesak. Sebab, jika stok unggas seperti ayam layak konsumsi lebih sedikit dibanding kebutuhan MBG, maka pemenuhan protein bagi para siswa yang digadang-gadang pemerintah tidak akan tercapai maksimal.

"Indonesia membutuhkan 80 juta paha ayam, per hari untuk 80 juta siswa," katanya.

Perlu diketahui gabungan pengusaha industri telur asal China yang bakal menjadi mitra Kadin memiliki spesifikasi masing-masing. Ada yang fokus pada agroteknologi untuk pengembangan produksi ayam dan produk turunannya hingga yang fokus pada hanya operasional produksi ayam hingga perusahaan yang mengatur rantai pasok.

Adapun korporasi yang terlibat mulai dari Hubei Shendi Biological Technology, Henan Xingjyi, Equipment, Shandong Yuwang Food Group, Fuzhou Min-Tai Machinery, Animal Nutrition Shenzen Red Biotechnology, Shandong bangshengda biotechnology hingga Geren Food Group.

Dalam momen sama, pimpinan delegasi industri, Wang Zhongqiang menyatakan, kesiapannya untuk membangun hilirisasi industri unggas, yang dapat dimulai pada komoditas ayam dan turunannya.

"Tujuan dari bisnis ini sebenarnya, mereka (pengusaha) berharap dapat mengekspor lebih banyak produk dari Tiongkok ke pasar Indonesia. Selain itu, beberapa delegasi sebenarnya memiliki rencana untuk mendirikan pabrik di Indonesia," kata dia.

Wang mengatakan kesiapan perusahaan Tiongkok di semua lini rantai pasok. Mulai dari ada yang bergerak sebagai suplai pakan ayam, peralatan peternakan dan mereka yang mengurusi bioteknologi untuk inovasi produksi ayam dan produk turunannya.

"Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di Tiongkok dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun," ucap Wang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Purbaya Minta Jangan Menyalahkan MBG Lagi: Presiden Sedang Perbaiki
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Minyak Jelantah Buangan...
Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Rekomendasi
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved