Indeksnya Naik, Belanja Pemerintah untuk Pengembangan Manusia Tak Sia-Sia
Sabtu, 19 September 2020 - 18:45 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia baru saja merilis laporan “The Human Capital Index 2020 Update: The Human Capital in the Time of COVID-19”. Dalam laporan tersebut, nilai human capital index (HCI) Indonesia di tahun ini sebesar 0,54, atau naik dari 0,53 pada tahun 2018.
"Kenaikan itu membuktikan hasil belanja negara untuk human capital sudah mulai terlihat," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).
HCI merupakan salah satu program Bank Dunia yang didesain untuk menjelaskan kondisi kesehatan dan pendidikan dapat mendukung produktivitas generasi yang akan datang. HCI mengombinasikan komponen-komponen probabilitas hidup hingga usia lima tahun (survival), kualitas dan kuantitas pendidikan, dan kesehatan termasuk isu stunting. Komponen tersebut merupakan bagian utama dari pengukuran produktivitas tenaga kerja di masa depan dari anak yang dilahirkan saat ini. ( Baca juga:Indonesia Berguru pada Amerika Cara Menjaring Duit Partikelir )
Secara lebih detail, komponen survival meningkat menjadi 0,98 dari sebelumnya 0,97, sedangkan kualitas pendidikan sebesar 395. Pada sisi lain, durasi waktu sekolah anak Indonesia berada pada 7,8, turun dari sebelumnya 7,9. Untuk komponen kesehatan, terdapat kenaikan yang cukup signifikan, dari 0,66 menjadi 0,72. Angka ini menggambarkan terjadinya kenaikan jumlah anak yang tidak mengalami stunting dan mengalami keterbatasan kognitif dan fisiknya.
Skor HCI 2020 diolah berdasarkan data baru dan diperluas untuk masing-masing komponennya hingga Maret 2020. Dengan demikian, laporan tersebut belum memperhitungkan dampak Covid-19 pada human capital.
"Namun laporan ini memberikan gambaran nyata atas hasil dari upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas human capital, khususnya terkait pendidikan, kesehatan, dan generasi milenial," tambah Fabrio.
Untuk terus meningkatkan human capital, selain melalui alokasi 20% anggaran untuk pendidikan, meningkatkan kualitas guru dan manajemen sekolah dan proses belajar-mengajar peserta didik, Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian besar pada pendidikan vokasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0, teknologi informasi, dan partisipasi sektor swasta dalam pendidikan.
"Kenaikan itu membuktikan hasil belanja negara untuk human capital sudah mulai terlihat," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).
HCI merupakan salah satu program Bank Dunia yang didesain untuk menjelaskan kondisi kesehatan dan pendidikan dapat mendukung produktivitas generasi yang akan datang. HCI mengombinasikan komponen-komponen probabilitas hidup hingga usia lima tahun (survival), kualitas dan kuantitas pendidikan, dan kesehatan termasuk isu stunting. Komponen tersebut merupakan bagian utama dari pengukuran produktivitas tenaga kerja di masa depan dari anak yang dilahirkan saat ini. ( Baca juga:Indonesia Berguru pada Amerika Cara Menjaring Duit Partikelir )
Secara lebih detail, komponen survival meningkat menjadi 0,98 dari sebelumnya 0,97, sedangkan kualitas pendidikan sebesar 395. Pada sisi lain, durasi waktu sekolah anak Indonesia berada pada 7,8, turun dari sebelumnya 7,9. Untuk komponen kesehatan, terdapat kenaikan yang cukup signifikan, dari 0,66 menjadi 0,72. Angka ini menggambarkan terjadinya kenaikan jumlah anak yang tidak mengalami stunting dan mengalami keterbatasan kognitif dan fisiknya.
Skor HCI 2020 diolah berdasarkan data baru dan diperluas untuk masing-masing komponennya hingga Maret 2020. Dengan demikian, laporan tersebut belum memperhitungkan dampak Covid-19 pada human capital.
"Namun laporan ini memberikan gambaran nyata atas hasil dari upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas human capital, khususnya terkait pendidikan, kesehatan, dan generasi milenial," tambah Fabrio.
Untuk terus meningkatkan human capital, selain melalui alokasi 20% anggaran untuk pendidikan, meningkatkan kualitas guru dan manajemen sekolah dan proses belajar-mengajar peserta didik, Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian besar pada pendidikan vokasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0, teknologi informasi, dan partisipasi sektor swasta dalam pendidikan.
Lihat Juga :