Hari Bumi, Pertamina Patra Niaga Jaga Ekosistem Laut Pulau Pramuka
Rabu, 22 April 2026 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu, komunitas lingkungan SEAsoldier, serta masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari kawasan konservasi laut (Marine Protected Area/MPA) yang memiliki peran penting dalam mendukung ekowisata dan ekonomi biru. Namun, kondisi mangrove, lamun, dan terumbu karang di wilayah tersebut dilaporkan mengalami penurunan kualitas.
Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar lingkungan dalam TJSL perusahaan. Selain menjaga ekosistem, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar serta memitigasi dampak perubahan lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Jaga Pasokan, Masyarakat Diimbau Bijak Pakai Energi
Upaya rehabilitasi melalui penanaman mangrove, lamun, dan terumbu karang dinilai penting untuk mencegah abrasi, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut. Program ini juga berkontribusi dalam penyerapan karbon biru yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.
Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari kawasan konservasi laut (Marine Protected Area/MPA) yang memiliki peran penting dalam mendukung ekowisata dan ekonomi biru. Namun, kondisi mangrove, lamun, dan terumbu karang di wilayah tersebut dilaporkan mengalami penurunan kualitas.
Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar lingkungan dalam TJSL perusahaan. Selain menjaga ekosistem, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar serta memitigasi dampak perubahan lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Jaga Pasokan, Masyarakat Diimbau Bijak Pakai Energi
Upaya rehabilitasi melalui penanaman mangrove, lamun, dan terumbu karang dinilai penting untuk mencegah abrasi, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut. Program ini juga berkontribusi dalam penyerapan karbon biru yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.
Lihat Juga :