SIG Buka Peluang Kolaborasi Global di INTERCEM Asia 2026
Rabu, 22 April 2026 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang 2025, SIG mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen dari 7,56 persen pada 2024. Di saat yang sama, intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 turun menjadi 561 kg CO2 per ton semen ekuivalen atau menurun 21 persen dibandingkan baseline 2010, sementara emisi cakupan 2 juga turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Baru, SIG dan Perusahaan Asal Jepang Kembangkan Soil Stabilization
Transformasi bisnis SIG dijalankan melalui empat pilar utama, yakni inovasi produk berkelanjutan, kemitraan strategis dan diversifikasi ekosistem, keunggulan rantai pasok dan komersial, serta optimalisasi digital dan teknologi. Strategi ini dirancang untuk memperkuat daya saing sekaligus memitigasi risiko di masa depan.
Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menilai industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Pada 2025, sektor ini tumbuh 6,16 persen dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun, ekspor USD1,79 miliar, serta menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja.
Ia menambahkan, forum INTERCEM Asia menjadi platform strategis untuk memperkuat kemitraan global, pertukaran pengetahuan, serta mendorong inovasi industri yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Baru, SIG dan Perusahaan Asal Jepang Kembangkan Soil Stabilization
Transformasi bisnis SIG dijalankan melalui empat pilar utama, yakni inovasi produk berkelanjutan, kemitraan strategis dan diversifikasi ekosistem, keunggulan rantai pasok dan komersial, serta optimalisasi digital dan teknologi. Strategi ini dirancang untuk memperkuat daya saing sekaligus memitigasi risiko di masa depan.
Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menilai industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Pada 2025, sektor ini tumbuh 6,16 persen dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun, ekspor USD1,79 miliar, serta menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja.
Ia menambahkan, forum INTERCEM Asia menjadi platform strategis untuk memperkuat kemitraan global, pertukaran pengetahuan, serta mendorong inovasi industri yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :