Bitcoin Rebound Dekati USD79.500, Momentum Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
Kamis, 23 April 2026 - 15:01 WIB
loading...
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level USD79.500 pada perdagangan Rabu (22/4). FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level USD79.500 pada perdagangan Rabu (22/4), setelah sempat terkoreksi ke kisaran USD74.000 di awal pekan. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global serta meningkatnya partisipasi investor institusional.
Tren kenaikan tersebut mencerminkan ketahanan permintaan terhadap aset kripto meski pasar global diliputi ketidakpastian.
"Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF," ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma seperti dikutip, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak Imbas Tol Kripto, Indodax Soroti Dampak ke Ekonomi
Sepanjang pekan ini, arus masuk dana ke produk spot Bitcoin ETF tercatat sekitar USD250,22 juta, dengan total akumulasi mencapai USD57,95 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap aset digital masih terjaga di tengah fluktuasi pasar global.
Penguatan harga Bitcoin juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menyusul penolakan Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat. Meski demikian, permintaan yang kuat dari investor jangka panjang dinilai mampu menopang pergerakan harga.
Selain faktor eksternal, dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat turut memengaruhi pasar. Ketidakpastian arah suku bunga di tengah inflasi yang belum stabil membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto, dalam jangka pendek.
Baca Juga: 7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Di sisi lain, aktivitas di pasar derivatif turut mendorong kenaikan harga melalui fenomena short squeeze, yakni penutupan posisi jual secara paksa saat harga bergerak naik. Kondisi ini meningkatkan permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat penguatan harga.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor geopolitik, makroekonomi, serta partisipasi institusional membentuk struktur pasar kripto yang semakin kompleks. Meski prospek jangka panjang dinilai positif, investor tetap diimbau mengedepankan manajemen risiko dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Tren kenaikan tersebut mencerminkan ketahanan permintaan terhadap aset kripto meski pasar global diliputi ketidakpastian.
"Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF," ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma seperti dikutip, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak Imbas Tol Kripto, Indodax Soroti Dampak ke Ekonomi
Sepanjang pekan ini, arus masuk dana ke produk spot Bitcoin ETF tercatat sekitar USD250,22 juta, dengan total akumulasi mencapai USD57,95 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap aset digital masih terjaga di tengah fluktuasi pasar global.
Penguatan harga Bitcoin juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menyusul penolakan Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat. Meski demikian, permintaan yang kuat dari investor jangka panjang dinilai mampu menopang pergerakan harga.
Selain faktor eksternal, dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat turut memengaruhi pasar. Ketidakpastian arah suku bunga di tengah inflasi yang belum stabil membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto, dalam jangka pendek.
Baca Juga: 7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Di sisi lain, aktivitas di pasar derivatif turut mendorong kenaikan harga melalui fenomena short squeeze, yakni penutupan posisi jual secara paksa saat harga bergerak naik. Kondisi ini meningkatkan permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat penguatan harga.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor geopolitik, makroekonomi, serta partisipasi institusional membentuk struktur pasar kripto yang semakin kompleks. Meski prospek jangka panjang dinilai positif, investor tetap diimbau mengedepankan manajemen risiko dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
(nng)
Lihat Juga :