Dampak Perang AS vs Iran Mulai Terasa, Harga Sejumlah Barang Naik Drastis

Jum'at, 24 April 2026 - 11:55 WIB
loading...
Dampak Perang AS vs...
Harga plastik mengalami kenaikan terdampak gejolak geopolitik di Timur Tengah. FOTO/ANTARA/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai berdampak signifikan terhadap struktur harga energi dan komoditas di Indonesia. Sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, LPG, hingga bahan baku plastik tercatat mengalami kenaikan drastis akibat lonjakan harga minyak dunia.

"Sesuai dengan peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM nonsubsidi itu memang mengikuti perkembangan harga pasar minyak global," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, baru-baru ini.

PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia mulai 18 April 2026. Produk Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.400 per liter, sementara Dexlite melonjak menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter.

Baca Juga: Harga Plastik Dunia Cetak Rekor Usai Trump Perintahkan Blokade Laut Iran

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM penugasan dan subsidi tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertalite (RON 90) tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, Solar subsidi di Rp6.800 per liter, dan Pertamax (RON 92) terpantau belum mengalami perubahan harga. Sementara, Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional dan mensosialisasikan penyesuaian harga ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan.



Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada sektor transportasi, namun juga merambah ke sektor rumah tangga dan industri. Per 18 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 18,75% menjadi Rp228.000 dari harga sebelumnya Rp192.000, sedangkan tabung 5,5 kg naik menjadi Rp107.000.

Sektor UMKM juga menghadapi tantangan berat akibat harga plastik kemasan yang melonjak antara 40 hingga 100%. Harga plastik PE/HD kini menembus Rp50.000 per kilogram, sementara gelas plastik mengalami kenaikan ekstrem dari Rp20.000 menjadi Rp43.000 per karton akibat gangguan pasokan bahan baku minyak bumi.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan, diperlukan sinergi lintas kementerian untuk mencari solusi atas kenaikan harga kemasan plastik yang terimbas konflik Timur Tengah. Pihaknya terus melakukan langkah mitigasi agar kenaikan biaya kemasan tidak memicu inflasi pada harga pangan seperti beras dan gula hingga makanan dan minuman.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Harga LPG Non Subsidi yang Naik per 18 April 2026

Lonjakan harga bahan baku plastik tersebut dipengaruhi terganggunya jalur logistik global, terutama di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Gangguan ini menyebabkan biaya produksi turunan minyak bumi merangkak naik secara global dalam waktu singkat.

Para pelaku usaha kuliner mulai khawatir terkait potensi migrasi penggunaan LPG dari nonsubsidi ke LPG subsidi 3 kg atau "gas melon". Jika migrasi ini terjadi secara masif, beban subsidi energi dikhawatirkan akan semakin membengkak pada tahun anggaran berjalan.

Pemerintah terus memantau dinamika di Timur Tengah untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap ekonomi nasional. Koordinasi intensif dilakukan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Pertamina dan instansi terkait lainnya guna memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga meski harga pasar internasional bergejolak.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Rekomendasi
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved