Garudafood Raup Laba Rp756,2 Miliar di 2025, Bagikan Dividen Rp9,5 per Saham
Jum'at, 24 April 2026 - 13:49 WIB
loading...
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk melaporkan kinerja perusahaan sepanjang 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp756,2 miliar sepanjang tahun buku 2025, meningkat 10,1 persen secara tahunan. Kinerja positif ini ditopang pertumbuhan penjualan dan kuatnya konsumsi domestik di tengah dinamika ekonomi.
Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi perusahaan secara konsisten.
"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar dia seperti dikutip, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Garudafood Uji Coba Truk Listrik, Hemat BBM hingga 46%
Sepanjang 2025, penjualan bersih Garudafood tumbuh 7,2 persen menjadi Rp13,1 triliun, dibandingkan Rp12,2 triliun pada tahun sebelumnya. Segmen makanan dalam kemasan menjadi kontributor utama dengan porsi 89,9 persen terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9 persen.
Penjualan domestik tetap menjadi tulang punggung bisnis Perseroan dengan kontribusi 97,2 persen dari total pendapatan. Kinerja ini didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah serta efektivitas program penciptaan nilai yang dijalankan perusahaan.
Produk utama seperti Ready to Serve (RTS), biskuit, serta produk keju dan susu (dairy) turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan. Selain itu, Garudafood terus mendorong inovasi produk, transformasi digital, serta optimalisasi operasional guna menjaga daya saing jangka panjang.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp9,5 per saham atau setara Rp350,3 miliar. Dividen tersebut mencerminkan sekitar 50,9 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2026.
Baca Juga: Danantara Suntik Modal Rp6,6 Triliun ke Garuda Indonesia
Pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Perseroan juga menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta fungsi pengawasan ke depan.
Garudafood optimistis mempertahankan pertumbuhan seiring proyeksi konsumsi domestik yang tetap solid. Perseroan menyiapkan strategi diversifikasi bahan baku, percepatan digitalisasi, serta penguatan komitmen keberlanjutan (ESG) untuk menghadapi tantangan global dan menjaga kinerja bisnis tetap positif.
Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi perusahaan secara konsisten.
"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar dia seperti dikutip, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Garudafood Uji Coba Truk Listrik, Hemat BBM hingga 46%
Sepanjang 2025, penjualan bersih Garudafood tumbuh 7,2 persen menjadi Rp13,1 triliun, dibandingkan Rp12,2 triliun pada tahun sebelumnya. Segmen makanan dalam kemasan menjadi kontributor utama dengan porsi 89,9 persen terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9 persen.
Penjualan domestik tetap menjadi tulang punggung bisnis Perseroan dengan kontribusi 97,2 persen dari total pendapatan. Kinerja ini didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah serta efektivitas program penciptaan nilai yang dijalankan perusahaan.
Produk utama seperti Ready to Serve (RTS), biskuit, serta produk keju dan susu (dairy) turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan. Selain itu, Garudafood terus mendorong inovasi produk, transformasi digital, serta optimalisasi operasional guna menjaga daya saing jangka panjang.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp9,5 per saham atau setara Rp350,3 miliar. Dividen tersebut mencerminkan sekitar 50,9 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2026.
Baca Juga: Danantara Suntik Modal Rp6,6 Triliun ke Garuda Indonesia
Pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Perseroan juga menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta fungsi pengawasan ke depan.
Garudafood optimistis mempertahankan pertumbuhan seiring proyeksi konsumsi domestik yang tetap solid. Perseroan menyiapkan strategi diversifikasi bahan baku, percepatan digitalisasi, serta penguatan komitmen keberlanjutan (ESG) untuk menghadapi tantangan global dan menjaga kinerja bisnis tetap positif.
(nng)
Lihat Juga :