SMBC Indonesia Fokus Optimalkan Ketahanan Bisnis

Jum'at, 24 April 2026 - 23:34 WIB
loading...
SMBC Indonesia Fokus...
Bank SMBC Indonesia mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I-2026, baik secara konsolidasi maupun bank saja, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit dan penguatan struktur pendanaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I-2026, baik secara konsolidasi maupun bank saja, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit dan penguatan struktur pendanaan. Perseroan membukukan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun atau tumbuh 2,0 persen secara year-on-year (yoy).

Direktur Utama Bank SMBC Indonesia, Henoch Munandar mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan pendekatan perusahaan yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Henoch dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: RUPST SMBC Indonesia Setujui Pembagian Dividen, Bukti Komitmen ke Pemegang Saham

Pertumbuhan kredit didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang naik 4,1% yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0% yoy, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan oleh BTPN Syariah turut tumbuh 3,7% yoy.



Secara konsolidasi, SMBC Indonesia juga berhasil menurunkan biaya kredit sebesar 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun. Langkah ini dilakukan melalui penerapan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, sekaligus menjaga tingkat cadangan yang memadai untuk mempertahankan kualitas portofolio.

Total aset perusahaan meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga. Laba bersih setelah pajak secara konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja tumbuh positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti bank yang tetap solid. Anak usaha juga turut memberikan kontribusi signifikan, di mana BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp319 miliar atau naik 2,8% yoy, sedangkan Grup OTO mencatat laba bersih Rp113 miliar atau melonjak 45,5% yoy.

Di sisi pendanaan, SMBC Indonesia mencatat penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio CASA pun meningkat dari 35,7% menjadi 44,1 persen.

Baca Juga: BTPN Resmi Ubah Nama Jadi Bank SMBC Indonesia

"Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan," kata Henoch.

Likuiditas dan permodalan perusahaan juga tetap solid dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 260,24%, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,71 persen, serta capital adequacy ratio (CAR) di level 29,63%.

Selain fokus pada bisnis, SMBC Indonesia juga terus memperkuat literasi keuangan nasabah melalui program Daya. Salah satunya melalui seminar bertajuk 'Cerdas Hadapi Aturan Pajak 2026' bagi nasabah Sinaya Prioritas untuk meningkatkan pemahaman terkait implementasi sistem pelaporan perpajakan Coretax.

Menurut Henoch, program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membantu nasabah memahami perubahan regulasi dan mengelola keuangan secara lebih baik di tengah dinamika kebijakan yang terus berkembang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Viral, Pria India Bawa...
Viral, Pria India Bawa Mayat Saudaranya ke Bank untuk Tarik Uang Korban
Bank BRI Buka Lowongan...
Bank BRI Buka Lowongan Kerja BBAP 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
Rekomendasi
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved