Soal Tuntutan Harga BBM Turun, Ekonom Ingatkan Saat Krisis 2008

Senin, 04 Mei 2020 - 21:21 WIB
loading...
Soal Tuntutan Harga...
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra PG Talattov mengingatkan, agar pemerintah berhati-hati menyikapi tuntutan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra PG Talattov mengingatkan, agar pemerintah berhati-hati menyikapi tuntutan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya harga minyak dunia masih sangat fluktuatif dan memungkinkan sewaktu-waktu melonjak tajam.

"Mari belajar dari gejolak harga minyak dunia pada masa sebelum dan setelah krisis keuangan global 2008. Turun-naiknya harga minyak dunia secara ekstrim seperti roller coaster saat itu, sangat mungkin terjadi usai pandemi COVID-19," kata Abra di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Pada saat pra krisis, lanjutnya, harga minyak mentah jenis WTI meroket 52,6% dari USD91,7/barel (2 Januari 2008) menjadi USD140 per barel (2 Juni 2008), tetapi melesatnya harga minyak dunia terbukti anomali. Faktanya, menurut The Energy Information Administration (The EIA), konsumsi justru menurun dari 86,6 juta bph (Triwulan IV-2007) menjadi 85,73 juta bph (Triwulan II-2008).

Sebaliknya, pasokan minyak malah meningkat dari 85,5 juta bph menjadi 86,17 juta bph. Namun, lanjut Abra, setelah titik puncak pada Juni 2008, harga minyak terjun bebas hingga 70 persen ke level 41 dolar AS pada akhir 2008. Tetapi yang mengejutkan, sejak awal 2009 harga minyak kembali rebound hingga level USD79/barel (1 Desember 2009) seiring sentimen pemulihan ekonomi global paska krisis 2008.

"Pengalaman 2008 menceritakan, dalam waktu singkat harga minyak bisa melonjak tajam sampai 92 persen. Dan bahkan kenaikannya lebih tinggi dibandingkan situasi pra krisis 2008. Makanya kita harus berhati-hati," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Rekomendasi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved