Momentum Piala Dunia 2026, VIVA Berpeluang Cetak Gol

Selasa, 28 April 2026 - 14:38 WIB
loading...
Momentum Piala Dunia...
Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali menjadi sorotan pelaku pasar seiring meningkatnya sentimen positif dari gelaran Piala Dunia 2026 yang secara historis mampu mendongkrak kinerja emiten media berbasis konten dan penyiaran. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali menjadi sorotan pelaku pasar seiring meningkatnya sentimen positif dari gelaran Piala Dunia 2026 yang secara historis mampu mendongkrak kinerja emiten media berbasis konten dan penyiaran. Momentum pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis bagi VIVA, terutama melalui peningkatan pendapatan iklan, lonjakan traffic pemirsa, hingga monetisasi konten digital.

Dalam periode event global seperti ini, belanja iklan biasanya meningkat signifikan, khususnya dari brand FMCG, otomotif, hingga platform digital yang berlomba memanfaatkan tingginya engagement audiens. VIVA, yang memiliki eksposur kuat di sektor media televisi dan digital, berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut. Dengan jaringan distribusi konten yang luas dan basis penonton yang sudah terbentuk, setiap peningkatan viewership berpotensi langsung berdampak pada top line perusahaan. Baca juga: IHSG Sesi Siang Ambruk Hampir Tinggalkan Level 7.000, Mayoritas Sektor Memerah

Di sisi lain, dari perspektif valuasi, VIVA dinilai masih relatif menarik. Dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibandingkan pemain sejenis seperti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), saham ini memberikan ruang upside yang lebih besar apabila terjadi rerating seiring perbaikan kinerja.

Namun yang menarik, pasar juga mulai menyoroti adanya potensi valuation mismatch dalam struktur grup. VIVA diketahui merupakan pemegang saham mayoritas di MDIA dengan kepemilikan sekitar 83,2%. Dengan kapitalisasi pasar MDIA yang berada di kisaran Rp5,5 triliun, maka secara implisit nilai kepemilikan VIVA di MDIA saja sudah setara sekitar Rp4,5 triliun.

Angka tersebut jauh di atas kapitalisasi pasar VIVA yang saat ini hanya sekitar Rp850 miliar, sehingga memunculkan indikasi bahwa pasar belum sepenuhnya merefleksikan nilai aset yang dimiliki perseroan.

Secara teori, kondisi ini sering disebut sebagai holding discount, di mana perusahaan induk diperdagangkan lebih murah dibandingkan nilai aset yang dimilikinya. Namun dalam beberapa kasus, gap yang terlalu lebar dapat membuka peluang rerating apabila terdapat katalis yang mendorong transparansi nilai atau perbaikan kinerja.

Sebagai perbandingan, MDIA yang berada dalam ekosistem media grup besar cenderung memiliki valuasi lebih premium karena stabilitas bisnis dan dukungan grup. Sementara itu, VIVA yang memiliki market cap lebih kecil seringkali bergerak lebih agresif ketika terdapat sentimen positif, seperti event global atau perbaikan industri media.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Spanyol, Negara yang Meraih Juara Piala Dunia 2026
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Kisah Aulia, Anak Tukang...
Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Berita Terkini
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved