Prabowo Targetkan 40 Titik Hilirisasi Beroperasi Sepanjang 2026
Rabu, 29 April 2026 - 15:52 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 30 hingga 40 titik proyek hilirisasi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 30 hingga 40 titik proyek hilirisasi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026 sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Langkah ini diarahkan untuk memperbaiki kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh yang selama ini dinilai belum menikmati hasil optimal dari kekayaan sumber daya alam.
"Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama," ujar Prabowo dalam acara groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Daftar 13 Proyek Hilirisasi yang Diresmikan Prabowo Hari Ini, Nilainya Rp116 Triliun
Presiden menilai rendahnya kesejahteraan tersebut disebabkan oleh pola ekonomi yang masih bergantung pada penjualan bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati pihak lain di luar negeri.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen mengurangi praktik ekspor bahan baku dan mendorong pengolahan produk di dalam negeri. Komoditas seperti hasil pertanian dan kelautan akan diprioritaskan untuk diolah menjadi produk turunan sebelum dipasarkan. "Kita tidak mau hanya jual bahan baku, kita mau olah di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati rakyat Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo: Mungkin Ada yang Mau Kabur ke Yaman, Silakan
Presiden juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, termasuk praktik pelaku usaha yang tidak menempatkan hasil usahanya di dalam negeri.
Melalui percepatan program hilirisasi, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat struktur industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan. Prabowo menambahkan, pembangunan proyek hilirisasi tersebut merupakan bagian dari strategi besar industrialisasi berbasis sumber daya alam guna memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
"Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama," ujar Prabowo dalam acara groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Daftar 13 Proyek Hilirisasi yang Diresmikan Prabowo Hari Ini, Nilainya Rp116 Triliun
Presiden menilai rendahnya kesejahteraan tersebut disebabkan oleh pola ekonomi yang masih bergantung pada penjualan bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati pihak lain di luar negeri.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen mengurangi praktik ekspor bahan baku dan mendorong pengolahan produk di dalam negeri. Komoditas seperti hasil pertanian dan kelautan akan diprioritaskan untuk diolah menjadi produk turunan sebelum dipasarkan. "Kita tidak mau hanya jual bahan baku, kita mau olah di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati rakyat Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo: Mungkin Ada yang Mau Kabur ke Yaman, Silakan
Presiden juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, termasuk praktik pelaku usaha yang tidak menempatkan hasil usahanya di dalam negeri.
Melalui percepatan program hilirisasi, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat struktur industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan. Prabowo menambahkan, pembangunan proyek hilirisasi tersebut merupakan bagian dari strategi besar industrialisasi berbasis sumber daya alam guna memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
(nng)
Lihat Juga :